Pengertian Logam ,Macam , Fungsi dan Jenisnya ( Artikel Lengkap )

Sumber: Ilmuperhotelan.my.id
berbicara tentang logam, tahukah agan bahwa logam memiliki jenis-jenis dan nama yang berbeda beda diantaranya besi, alumunium, perunggu, timah, kobalt seng dan logam yang lainnya. Jenis-jenis logam tersebut bisa tercipta dari alam atau tercipta karena mencampur logam satu dengan logam yang lainnya dengan bantuan manusia. Didalam kehiduapan sehari-hari kita sering kali kita melihat unsur logam yang ada di benda yang sering kita lihat, salah satu contohnya yaitu barang elektronik yang mengandung unsur logam didalamnya. Pada kesempatan kali ini akan mengulas tentang pengertian logam, jenis logam, sifat logam beserta fungsi nya menurut para ahli kimia. Untuk itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut
Nah apa sajakah jenis-jenis logam tersebut? Baca postingan di bawah ini!


Pengertian Logam

Kata logam berasal dari bahasa Yunani: Metallon yaitu sebuah unsur kimia yang siap membentuk ion (kation) dan mempunyai sebuah ikatan logam, dan bisa dikatakan bahwa ia mirip dengan sebuah kation di awan elektron. Metal ialah salah satu dari tiga kelompok unsur yang dibedakan oleh suatu sifat ionisasi dan ikatan, bersama dengan sebuah metaloid dan nonlogam. Dalam tabel periodik, garis diagonal yang digambar dari boron (B) ke polonium (Po) yang membedakan logam dari nonlogam. Unsur dalam garis ini ialah metaloid, bisa juga disebut dengan semi-logam; unsur di kiri bawah ialah logam; unsur ke kanan atas ialah nonlogam.
Nonlogam lebih banyak terdapat di alam daripada logam, tetapi logam banyak terdapat dalam tabel periodik. Beberapa logam terkenal adalah aluminium, tembaga, emas, besi, timah, perak, titanium, uranium, dan zink. Alotrop logam cenderung mengkilap, lembek, dan konduktor yang baik, sementara nonlogam biasanya rapuh (untuk nonlogam padat), tidak mengkilap, dan insulator.
Dalam bidang astronomi, istilah logam seringkali dipakai untuk menyebut semua unsur yang lebih berat daripada helium.


Jenis-Jenis Logam


1. Besi
Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (hasil tambang) yang banyak digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari dalm tbel periodik, besi mempunyai symbol Fe dan memiliki omor atom 26. Besi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.

Besi merupakan logam yang paling banyak dan paling beragam penggunaannya. Hal itu dikarenakan beberapa hal seperti: Limpahan besi di kulit bumi cukup besar, Pengolahannya relatif mudah dan murah, serta besi mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan serta mudah dimodifikasi.

Salah satu kelemahan besi adalah besi mudah mengalmi korosi. Korosi menimbulkan banyak kerugian karena mengurangi umur pakai berbagai barang atau bangunan yang berbahan besi dan baja.


2. Baja

Coba Agan pikirkan! Bagaimana menara Eifel di Paris Perancis bisa berdiri kokoh setinggi 300 meter dan tetap dapat bertahan bertahun-tahun meskipun terkena hempasan angin kuat maupun gempa? Salah satunya alsannya adalah disebabkan karena struktur dan bahan dasar bangunan yang kuat yaitu baja. Tahukah Agan apa itu baja?
Baja atau disebut besi hitam biasanya digunakan sebagai komponen utama pada mesin, rangka mobil, kapal, kereta, perkakas, senjata, dan sebagai rangka bangunan. Baja sebenarnya merupakan logam paduan (alloy) antara logam besi (Fe) sebagai bahan utama dengan karbon (C) sekitar 0,2% hingga 2,1%. Selain karbon dalam baja juga terkandung mangan (Mn), fosfor (P), sulfur (S), silicon (Si), dan sebagian kecil oksigen (O), nitrogen (N), dan alumunium (Al). Peningkatan kualitas baja biasanya dilakukan dengan penambahan nikel (Ni), krom (Cr), molybdenum (Mo), boron (B), titanium (Ti), vanadium (V), dan niobium (Nb). Fungsi unsur karbon dalam baja adalah sebagai bahan pengeras dan meningkatkan kekuatan tariknya sehingga dapat mencegah pergeseran atom-atom dalam logam baja. Hal ini disebabkan karena karbon dapat mengisi ruang kosong antar atom besi pada ikatan logam sehingga lebih rapat dan keras.

3. Stainless steel (Baja tahan karat)

Baja adalah logam yang sangat kuat, tetapi baja akan menjadi rapuh karena terkena korosi. Guna mencegah terjadinya korosi, biasanya pada  baja akan ditambahkan dengan  kromium (Cr) minimal 11% dari total bahan. Penambahan kromium (Cr) akan membentuk lapisan yang keras pada permukaan baja dan dikenal dengan stainless steel (baja tahan karat). Stainless steel ini banyak digunakan sebagai bahan dalam pembuatan alat-alat dapur seperti kompor maupun, sendok, wajan,panic dan sebagai bahan dalam pembuatan pagar.

4. Kromium

Kromium adalah logam yang memiliki lambing Cr. Kromium memiliki sifat berkilau, keras dan bewarna perak
abu-abu dan tahan karat. Kromium biasanya digunakan untuk melapisi logam-logam lain seperti baja dan menghasilkan logam baru yaitu stainless steel. Selain pelapis logam kromium juga digunakan sebagai pelapis ornament-ornamen bangunan, komponen kendaraan dan pe;apis perhiasan yang terbuat dari emas.


5. Seng (Zink)

Seng atau zink adalah logam yang dengan lambing Zn. Seng telah lama digunakan paling tidak sejak abad ke-10 SM. Logam seng merupakan logam yang berwarna putih kebiruan, berkilau dan bersifat diamagnetik. Walaupun demikian seng yang kebanyakan di jual oleh pemilik took material tidak berkilau. Seng memiliki karakteristik kurang padat dibandingkan besi  dan memiliki struktur Kristal heksagonal. Logam seng merupakan logam yang keras dan rapuh pada berbagai macam suhu dan dapat ditempa pada suhu 100-150 derajat celcius. Seng juga lebih mampu menghantarkan listrik daripada logam-logam lainnya dan seng memiliki titik lebur terendah diantara semua logam lainnya.

6. Galvanum (Baja Ringan)

Jika Agan melihat rumah yang sedang dibangun, adakalanya kamu melihat rangka atap berwarna putih atau perak. Tahukah kamu apa itu? Rangka atap tersebut adalah baja ringan atau disebut galvanum.

Galvanum merupakan logam baja tipis yang dilapisi oleh campuran logam yang terdiri atas alumunium (Al) sebanyak 55%, seng (Zn) sebanyak 43%, dan silicon (Si) sebanyak 1,6%. Jika dibandingkan dengan kayu sebagai atap rumah material galvanum lebih ramah lingkungan, anti karat, dan memiliki ketahanan sangat tinggi.

7. Perunggu

Perunggu merupakan logam campuran yang mengandung tembaga (Cu) sebagai komponen utamanya dengan jenis logam lain seperti timah (Sn). Selain dengan timah logam lain yang dapat dicampurkan yaitu mangan (Mn), aluminium (Al), fosfor (P), atau silikon (Si). Pada umumnya, dalam perunggu terkandung tembaga sebesar 88% sedangkan 12% adalah timah.

Titik lebur dari perunggu beragam, tergantung dengan perbandingan komponen penyusunnya. Umumnya perunggu memiliki titik lebur 950 C. Perunggu juga tidak dapat ditarik magnet. Tetapi, jika dalam pembuatannya diberi unsur besi atau nikel maka juga dapat ditarik magnet. Perunggu ini lebih kuat dari pada logam tembaga dan digunakan secara luas dalam industri. Perunggu juga tahan terhadap korosi akibat air laut, sehingga perunggu banyak digunakan sebagai kincir kapal dan bagian lain dari kapal yang berhubungan dengan air laut. Selain itu perunggu juga banyak digunakan pembuatan prasasti, alat musik gong dan alat gamelan, serta digunakan untuk membuat medali.

8.Timah

Timah merupakan logam yang tidak mudah teroksidasi sehingga timah tahan dengan karat, biasanya timah digunakan untu melapisi logam lainnya agar logam tersebut juga tahan terhadap karat. Timah diperoleh dari mineral kasiterit yang terbentuk sebagai oksida.

9. Tembaga

Tembaga merupakan unsure kimia logam yang memiliki lambing Cu. Tembaga merupan konduktor yang mengalirkan listrik dan panas dengan baik oleh karena itu tembaga merupakan logam yang digunakan untuk membuat isi kabel. Tembaga murni memiliki sifat halus dan lunak serta bewarna jingga kemerahan. Biasanya tembaga akan dicampur dengan timah untuk membuat logam perunggu.

10. Kuningan

Kuningan merupakan logam paduan antara tembaga (Cu) dan seng (Zn). Perbandingan antara tembaga dan seng beragam, tergantung dengan karakteristik kuningan yang ingin dihasilkan. Namun, umumnya kadar tembaga antara 60-90% dari massa total. Kuningan banyak digunakan sebagai dekorasi karena memiliki warna yang cerah seperti emas. Selain itu kuningan juga banyak digunakan sebagai bahan dalam membuat alat-alat rumah tangga dan alat musik seperti terompet dan snar drum.
Tahukah Agan bahwa kandungan tembaga dalam kuningan mampu membunuh bakteri seperti Staphylococcus aureus, E. coli, dan Pseudomonas aeruginosa dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam setelah menempel. Tembaga ini dapat membunuh mikroorganisme tersebut dengan beberapa mekanisme, antara lain: merusak struktur membran sel bakteri sehingga bakteri dapat mati, menganggu keseimbangan ion dalam bakteri, mengganggu tekanan osmosis, dan membentuk senyawa hidrogen peroksida (H2O2) pada membran bakteri.

11. Kobalt

Kobalt merupakan logam yang bewarna abu-abu perak yang eras dan berkilau yang memiliki lambing Co dan nomor atom 27 yang biasa digunakan pada kertas perak dan kawat.

12. Nikel

Nikel merupakan unsure kimia logam dengan lambing Ni.Nikel adalah logam yang memilki sifat tahan karat. Nikel murni bersifat lembek, tetapi bila dipadukan dengan besi dan, krom dan logam lainnya maka dapat membentuk baja yang keras dan tahan karat.

Unsur- Unsur Logam

Unsur-unsur yang sudah dikenal ada yang berupa logam, bukan logam (nonlogam), dan semilogam.
 
1. Unsur Logam
Logam merupakan unsur yang sifatnya mengkilap dan umumnya merupakan penghantar listrik dan penghantar panas yang baik. Unsur-unsur dari logam umumnya berwujud padat pada suhu dan tekanan normal, kecuali raksa yang berwujud cair. Pada umumnya unsur logam bisa ditempa sehingga bisa dibentuk menjadi benda benda lainnya.

Unsur-unsur logam
Nama IndonesiaNama LatinLambang UnsurBentuk Fisik
aluminiumaluminiumAlpadat, putih keperakan
bariumbariumBapadat, putih keperakan
besiferrumFepadat, putih keperakan
emasaurumAupadat, berwarna kuning
kaliumkaliumKpadat, putih keperakan
kalsiumcalsiumCapadat, putih keperakan
kromiumchromiumCrpadat, putih keperakan
magnesiummagnesiumMgpadat, putih keperakan
manganmanganiumMnpadat, putih abu-abu
natriumnatriumNapadat, putih keperakan
nikelnickeliumNipadat, putih keperakan

Unsur nonlogam merupakan unsur yang tidak mempunyai sifat seperti logam. Pada umumnya, unsur-unsur nonlogam ini berwujud gas dan padat pada suhu dan tekanan normal. Contoh unsur nonlogam yang berwujud gas yaitu oksigen, nitrogen, dan helium. Contoh unsur nonlogam yang berwujud padat ialah belerang, karbon, fosfor, dan iodin. Zat padat nonlogam biasanya keras dan getas. Unsur nonlogam yang berwujud cair yaitu bromin. Perhatikan contoh unsur nonlogam berikut:
 
Unsur-unsur non logam
Nama IndonesiaNama LatinLambang UnsurBentuk Fisik
belerangsulfurSpadat, kuning
brominbromiumBrcair, cokelat kemerahan
fluorinfluorineFgas, kuning muda
fosforusphosphorusPpadat, putih dan merah
heliumheliumHegas, tidak berwarna
hidrogenhydrogeniumHgas, tidak berwarna
karboncarboniumCpadat, hitam
klorinchlorineClgas, kuning kehijauan
neonneonNegas, tidak berwarna
nitrogennitrogeniumNgas, tidak berwarna
oksigenoxygeniumOgas, tidak berwarna
silikonsiliciumSipadat, abu-abu mengkilap
iodiniodiumIpadat, hitam (uapnya berwarna ungu)

3. Unsur Semi Logam
Selain unsur logam dan nonlogam ada juga unsur semilogam atau yang dikenal dengan nama yaitu metaloid. Metaloid merupakan unsur yang sifatnya logam dan nonlogam. Unsur semilogam ini biasanya bersifat semikonduktor. Bahan yang bersifat semikonduktor tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik pada suhu yang rendah, tetapi sifat hantaran listriknya menjadi lebih baik ketika suhunya lebih tinggi.
 
Unsur-unsur semi logam
Nama IndonesiaNama LatinLambang UnsurBentuk Fisik
boronboroniumBpadat, kecokelatan
silikonsiliciumSipadat, abu-abu mengkilap
germaniumgermaniumGepadat, abu-abu mengkilap
arsenarseniumAspadat, abu-abu mengkilap
antimonstibiumSbpadat, abu-abu mengkilap
telluriumtelluriumTepadat, keperakan
poloniumpoloniumPopadat, keperakan

Sifat Logam

  • Mempunyai sifat mengkilat;
  • Mmepunyai sifat penghantar listrik yang baik;
  • Mmepunyai sifat penghantar panas yang baik;
  • dapat dibentuk menjadi lempengan atau lembaran;
  • Bisa direntang atau ditarik menjadi kawat;
  • pada umumnya berwujud padat kecuali raksa (merkuri).

Sifat Non Logam

  • pada sebuah suhu kamar ada yang berwujud padat, cair, dan gas;
  • pada umumnya tidak mengilat kecuali karbon dalam bentuk intan;
  • sifatnya penghantar listrik yang buruk kecuali karbon dalam bentuk grafit;
  • penghantar panas yang buruk;
  • tidak dapat ditempa atau digembleng;
  • tidak dapat direntang atau ditarik.




Sifat-sifat Unsur Logam

Logam mempunyai sifat-sifat istimewa yang menjadi dasar penggunaanya.
Sifat-sifat tersebut dapat dirangkum sebagai berikut:
  1. Kuat Kecuali raksa, semua berwujud padat pada suhu kamar. Kekerasan dan kekuatan logam dapat ditingkatkan dengan cara mencampurkan logam dengan logam yang lain ataudengan non logam yang disebut aliase (alloy) misalnya aliase aluminium dengan magnesium yang dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi bangunan, jembatan dankendaraan bermotor.

  2. Dapat ditempa dan dapat direnggangkan. Bergantung pada kemudahan lapisan-lapisan atom menggelincir diatas lapisan atom lainnya yang terdapat dalam kristal logam. Semakin simetris susunan atom dalam suatu logam akan semakin mudah ditempa dan diregangkan. Elektron valensi yang berada dalam logam mengelilingi ion logam yang bermuatan positif secara simetris karena gaya tarik antar ion logam dan elektron valensi sama ke segala arah. Sehingga bila ditempa, logam tidak akan remuk, tetapi akan menggeser. Logam tidak hancur bila dipukul. Maka, logam dapat ditempa untuk membuat berbagai perkakas, barang kerajinan atau perhiasan. Logam dapat pula diulur menjadi kawat.

  3. Konduktor lsitrik yang baik. Elektron valensi yang mudah bergerak memungkinkan muatan negatif yang berasal dariluar mendorong lautan electron, sehingga listrik dapat mengalir melalui logam. Sifat iniyang mendasari penggunaan logam sebagai kabel listrik, serta alat memasak seperti ketel, panci dan kuali.

  4. Penghantar Panas Yang Baik bila bagian tertentu dari logam dipanaskan, maka elektron-elektron pada logam tersebutakan menerima sejumlah energi, sehingga energi kinetiknya bertambah dan gerakannyamakin cepat. Elektron yang bergerak cepat itu akan menyerahkan sebagian energikinetiknya kepada elektron lain sehingga seluruh bagian logam menjadi panas dan naik suhunya.

  5. Mengkilap jika digosok atau terkena cahaya. Kilap logam terjadi karena permukaan logam memantulkan semua cahaya dari sinar tanpak yang mengenainya. Pada saat logam terkena cahaya, elektron-elektron bebas pada logam naik ke tingkat energi yang lebih tinggi (tereksitasi), kemudian memancarkan kembali semua energi cahaya yang telah diserapnya pada saat kembali ke tingkat energi awal. Logam dimanfaatkan sebagai perhiasan maupun untuk dekorasi karena memiliki sifat mengkilap jika di gosok.

  6. Pada suhu kamar berwujud padat kecuali raksa (berwujud cair).
  7. Memilki Kerapatan Relatif Tinggi, sifat kerapatan logam menunjukkan struktur logam.
  • Tipe a : struktur kubus sederhana (sc = simple cubic)
  • Tipe b : struktur kubus berpusat tubuh (bcc = body centered cubic)
  • Tipe c : struktur kubus berpusat muka (fcc = face centered cubic)


Secara kimia, sifat logam dikaitkan dengan keelektronegatifan, yaitu kecenderungan melepas elektron membentuk ion positif. Jadi, sifat logam tergantung pada energi ionisasi. Ditinjau dari konfigurasi elektron, unsur- unsur logam cenderung melepaskan elektron (memiliki energi ionisasi yang kecil), sedangkan unsur-unsur bukan logam cenderung menangkap elektron (memiliki keelektronegatifan yang besar).

Sesuai dengan kecenderungan energi ionisasi dan keelektronegatifan, maka sifat logam-nonlogam dalam periodik unsur adalah:
  1. Dari kiri ke kanan dalam satu periode, sifat logam berkurang, sedangkan sifat nonlogam bertambah.
  2. Dari atas ke bawah dalam satu golongan, sifat logam bertambah, sedangkan sifat nonlogam berkurang.

Jadi, unsur-unsur logam terletak pada bagian kiri-bawah sistem periodik unsur, sedangkan unsur-unsur nonlogam terletak pada bagian kanan-atas. Batas logam dan nonlogam pada sistem periodik sering digambarkan dengan tangga diagonal bergaris tebal, sehingga unsurunsur di sekitar daerah perbatasan antara logam dan nonlogam itu mempunyai sifat logam sekaligus sifat nonlogam. Unsur-unsur itu disebut unsur metaloid. Contohnya adalah boron dan silikon. Selain itu, sifat logam juga berhubungan dengan kereaktifan suatu unsur. Reaktif artinya mudah bereaksi. Unsur-unsur logam pada sistem periodik unsur makin ke bawah semakin reaktif (makin mudah bereaksi) karena semakin mudah melepaskan elektron. Sebaliknya, unsur-unsur bukan logam pada sistem periodik makin ke bawah makin kurang reaktif (makin sukar bereaksi) karena semakin sukar menangkap elektron. Jadi, unsur logam yang paling reaktif adalah golongan IA (logam alkali) dan unsur nonlogam yang paling reaktif adalah golongan VIIA (halogen) (Martin S. Silberberg, 2000).

Titik Leleh dan Titik Didih
Berdasarkan titik leleh dan titik didih dapat disimpulkan sebagai berikut:
  • Dalam satu periode, titik cair dan titik didih naik dari kiri ke kanan sampai golongan IVA, kemudian turun drastis. Titik cair dan titik didih terendah dimiliki oleh unsur golongan VIIIA.
  • Dalam satu golongan, ternyata ada dua jenis kecenderungan: unsur-unsur golongan IA – IVA, titik cair dan titik didih makin rendah dari atas ke bawah; unsur-unsur golongan VA – VIIIA, titik cair dan titik didihnya makin tinggi.




 Penelusuran yang terkait dengan Pengertian Logam

  • pengertian logam dan contohnya
  • pengertian logam dan non logam
  • pengertian non logam
  • pengertian logam secara umum
  • pengertian sifat logam
  • jenis jenis logam
  • pengertian logam dan jenis jenisnya
  • pengertian semi logam

0 Response to "Pengertian Logam ,Macam , Fungsi dan Jenisnya ( Artikel Lengkap )"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel