Pengertian Adhesi dan Kohesi Beserta Contohnya

Sumber: Keperpus.com
Partikel-partikel zat padat dan partikel-partikel zat cair dapat mengadakan suatu ikatan, sehingga terjadi gaya tarik-menarik. Cat dapat menempel pada kayu dan besi karena antara partikel-partikel cat dan partikel-partikel kayu atau besi terjadi gaya tarik-menarik. Peristiwa ini disebut Adhesi.

Dengan demikian Dari uraian diatas pengertian adhesi adalah gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang tidak sejenis.

Partikel-partikel yang sejenis dalam zat padat membentuk suatu ikatan yang sangat kuat sehingga membentuk benda padat. Di dalam kayu atau besi terjadi gaya tarik-menarik antarpartikel sehingga membentuk ikatan yang kuat. Demikian juga pada zat cair, dalam suatu zat cair terjadi ikatan antarmolekul zat cair yang membentuk ikatan. Peristiwa ini disebut dengan kohesi.

Jadi pengertian kohesi adalah gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang sejenis.

Kohesi yang terjadi dalam zat padat lebih kuat dibanding kohesi dalam zat cair, itulah sebabnya molekul-molekul zat padat lebih sukar dipisahkan dibanding molekul-molekul zat cair. Sedangkan kohesi yang palin lemah terjadi pada zat gas, sehingga zat gas sangat mudah dipisahkan.

Kayu dan cat merupakan dua zat yang wujudnya berbeda. Ketika cat dioleskan pada permukaan kayu, cat tersebut langsung menempel pada kayu dan setelah cat. mengering ikatan antar dua zat tersebut makin kuat. Hal ini disebabkan adanya gaya adhesi antara molekul-molekul kayu dengan molekul-molekul cat.



Berikut ini adalah beberapa contoh peristiwa atau gejala adhesi yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
  1. Gaya tarik-menarik antara air dengan tabung reaksi dari kaca sehingga air membasahi dinding kaca.
  2. Gaya tarik-menarik antara air dengan gelas kaca sehingga air membasahi dinding kaca.
  3. Gaya tarik-menarik antara kapur dengan papan tulis sehingga kapur bisa digunakan untuk menulis.
  4. Gaya tarik-menarik antara cat tembok dengan tembok sehingga cat menempel pada tembok.
  5.   Gaya tarik-menarik antara tinta bolpoin dengan buku sehingga tulisan dapat terbaca dengan jelas.
  6. Gaya tarik-menarik antara tinta printer dengan kertas.
  7. Gaya tarik-menarik antara lem kertas dengan kertas sehingga kertas bisa dilem dengan kuat.
  8. Gaya tarik-menarik antara semen dengan batu dan pasir sehingga batu dan pasir dapat saling menempel dengan erat.
  9. Gaya tarik-menarik antara air dengan teh atau kopi sehingga keduanya dapat bercampur.
  10. Gaya tarik-menarik antara air dengan garam sehingga keduanya dapat bercampur.
  11. Gaya tarik-menarik antara air dengan gula sehingga keduanya juga dapat bercampur.
  12. Gaya tarik-menarik antara debu dengan kaca, sehingga partikel-partikel debu dapat menempel di kaca.
  13. Proses difusi (peristiwa perpindahan suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian berkonsentrasi rendah.
  

Berikut ini adalah beberapa contoh peristiwa atau gejala kohesi yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.
  1. Air yang berada di atas daun talas terlihat butiran dan mengumpul karena gaya kohesi air lebih besar daripada gaya adhesinya
  2. Air dan minyak goreng tidak mau bercampur karena gaya kohesi masing-masing molekul air dan molekul minyak lebih kuat.
  3. Gaya tarik-menarik molekul raksa pada tabung reaksi sehingga permukaan raksa terlihat cembung.
  4. Gaya tarik-menarik antarmolekul tepung tapioka sehingga akan lengket apabila dicampur dengan air.
  5. Gaya tarik-menarik antar molekul air dengan oli sepeda motor sehingga keduanya tidak mau bercampur.
  6. Gaya tarik-menarik molekul raksa pada tabung termometer.
  7. Gaya tarik-menarik antarpartikel uang kertas sehingga mengakibatkan uang kertas tidak mudah pudar dan sobek sekalipun basah atau tercuci.
  8. Tetesan air pada saat membentuk bulatan sesaat sebelum menetes.
  9. Gaya tarik-menarik antara molekul kapur membentuk kapur batangan.
  10. Gaya tarik-menarik antara molekul kayu membentuk kayu yang padat.
  11. Gaya tarik-menarik antara molekul gula membentuk butiran-butiran gula pasir.
  12. Terbentuknya udara pada molekul-molekul gas.



Kondisi Mencampurkan Macam Zat

Ada beberapa kondisi yg mungkin terjadi jika kita mencampurkan 2 macam zat
  1. Jika gaya kohesi antar partikel zat yang berbeda lebih besar daripada gaya adhesinya, kedua zat tidak akan bercampur.
    Contohnya, minyak kelapa dicampur dengan air.
  2. Jika gaya adhesi antar partikel zat yang berbeda sama besar dengan gaya kohesinya, kedua zat akan bercampur merata.
    Contohnya, air dicampur dengan alkohol.
  3. Jika gaya adhesi antar partikel zat yang berbeda lebih besar daripada gaya kohesinya, kedua zat akan saling menempel.
    Contohnya, air yang menempel pada kaca.


Akibat Kohesi dan Adhesi

Akibat adanya kohesi dan adhesi, terjadi beberapa peristiwa menarik, Berikut ini beberapa di antaranya :
  1. Meniskus Cembung dan Meniskus Cekung :
    Meniskus adalah peristiwa mencekung atau mencembungnya permukaan zat cair. Berdasarkan bentuk permukaan zat cair, meniskus dibedakan menjadi dua, yaitu meniskus cembung dan meniskus cekung. Meniskus cembung terjadi jika kohesi lebih besar daripada adhesi (kohesi > adhesi). Sedangkan meniskus cekung terjadi jika adhesi lebih besar daripada kohesi (adhesi > kohesi).
  2. Kapilaritas :
    Kapilaritas adalah peristiwa naik atau turunnya zat cair di dalam pipa kapiler (pipa yang diameternya sangat kecil). Contoh peristiwa kapilaritas antara lain naiknya minyak tanah pada sumbu kompor, naiknya air dari akar ke daun pada tumbuhan melalui pembuluh xylem, Basahnya dinding dalam rumah ketika dinding luar basah terkena air, dll. Permukaan zat cair (contohnya air dan raksa) pada bejana berhubungan yang memiliki pipa kapiler dapat dilihat pada gambar di bawah ini,
    Sedangkan pada bejana berhubungan yang tidak memiliki pipa kapiler bila diisi dengan zat cair sejenis dan dalam keadaan diam, maka tinggi permukaan zat cair pada setiap bejana adalah sama. Keadaan itu disebut dengan “asas bejana berhubungan”.
  3. Tegangan Permukaan :
    Tegangan permukaan merupakan kecenderungan zat cair untuk menegang sehingga pada permukaan zat cair seolah olah terdapat selaput atau lapisan yang tegang , sehingga dapat menahan benda. Hal ini terjadi karena adanya gaya tarik menarik antara partikel zat cair (kohesi). Beberapa contoh peristiwa tegangan permukaan diantaranya yaitu serangga air dapat berjalan di atas permukaan air, tetesan air pada permukaan daun talas berbentuk seperti bola, tetesan embun yang menempel di atas rumput berbentuk seperti bola, silet dapat mengambang dipermukaan air.


Peristiwa Gaya Adhesi dan Kohesi

Akibat adanya gaya adhesi dan kohesi terjadi peristiwa unik dalam fisika, diantaranya :

Kapilaritas

Kapilaritas ialah peristiwa naik atau turunnya suatu zat cair melalui celah sempit ataupun di dalam pipa kapiler.
Contohnya ialah :
  • Akan Naiknya minyak tanah pada sumbu kompor
  • Meresapnya air melalui spons maupun kain  dan kertas
  • Naiknya air dari akar sampai dengan daun pada tanaman melalui pembuluh angkut.

Tegangan Permukaan

Tegangan Permukaan ini ialah kecenderungan pada zat cair untuk menegang sehingga pada permukaan zat cair seolah olah terdapat selaput yang dapat menahan suatu benda. Hal tersebut disebabkan oleh karena adanya kohesi zat cair.
Contoh ialah :
  • Tetesan air pada daun talas akan berbentuk bola
  • Silet yang mengambang di atas permukaan air
  • Serangga dapat berjalan di atas permukaan air

Meniskus Cembung dan Meniskus Cekung

Meniskus Cembung dan Meniskus Cekungini ialah  peristiwa mencekung ataupun mencembungnya permukaan suatu zat cair.
Miniskus cembung terjadi jika terjadinya gaya kohesi yang lebih kuat dari pada gaya adhesi.
Contoh peristiwa miniskus cembung ialah :
air yang berada pada  pipa kapiler.
Sedangkan miniskus cekung ini terjadi apabila gaya adhesi lebih kuat daripada gaya kohesi.
Contoh peristiwa miniskus cekung ialah
air raksa di dalam pipa kapiler.



Kesimpulan:

1. pengertian adhesi adalah gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang tidak sejenis

2. pengertian kohesi adalah gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang sejenis





Penelusuran yang terkait dengan Pengertian Adhesi dan Kohesi

  • perbedaan kohesi dan adhesi
  • 25 contoh kohesi dan adhesi
  • 5 contoh adhesi dan kohesi
  • adhesi dan kohesi pada tumbuhan
  • contoh soal adhesi dan kohesi
  • rumus adhesi dan kohesi
  • pengertian meniskus
  • pengertian kapilaritas
  • proposaldansurat.web.id

0 Response to "Pengertian Adhesi dan Kohesi Beserta Contohnya"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel