Cara Mengamati Sel Dengan Mikroskop Cahaya dan Elektron

Pada umumnya sel itu bersifat mikroskopis, misalnya ovum dari bangsa burung dari beberapa alga. Besarnya dibatasi oleh membran. Suatu sel yang sangat aktif melakukan metabolisme tidak akan mempunyai volume yang besar. Dua bagian yang pokok dari sel adalah sitoplasma dan nukleus. Sitoplasma sebagai suatu zat cair yang kental yang berfungsi bagi sel, mitokondria, badan golgi, kloroplas, sentriol, glanula, dan pigmen. (Amiruddin, 1989).


  1. Membran Sel
    Berfungsi untuk mengatur pertukaran zat, sebagai pelindung, tempat menerima rangsang.
  2. Nukleus
    Berfungsi sebagai tempat pengendalian aktivitas sel, tempat AND yang berfungsi sebagai faktor keturunan.
  3. Retikulum Endoplasma
    Berfungsi sebagai sintetis dan transportasi berbagai macam zat kimia.
  4. Kompleks Golgi
    Berfungsi untuk merakit mikro molekul yang kaya karbohidrat.
  5. Ribosom
    Berfungsi sebagai tempat berlangsungnya sintesa protein.
  6. Mitokondria
    Berfungsi sebagai tempat respirasi aerob.
  7. Lisosom
    Berfungsi sebagai tempat mencerna bahan-bahan dari luar sel dan bahan yang tidak dipakai dari dalam sel.
  8. Badan Mikro
    Berfungsi mengandung enzim katalase dan oksidasi disebut perolisisum, yang mengandung enzim untuk daun asam glioksiat disebut pada tumbuhan.
  9. Sentrosom
    Berfungsi sebagai peran dalam pembelahan sel yaitu pada pergerakan kromatin.
  10. Sentriol
    Berfungsi untuk mengontrol pembentukan benang-benang gelondong selama pembelahan sel.

Sel tumbuhan termasuk sel eukariotik. Sel eukariotik adalah sel yang memiliki membran inti (adapula yang menyebutnya sebagai selaput inti). Secara umum, sel tumbuhan memiliki struktur yang sama dengan sel hewan. Tetapi ada beberapa struktur yang secara eksklusif dimiliki tumbuhan, dan adapula struktur yang dimiliki hewan tetapi tidak dimiliki tumbuhan. Beberapa struktur eksklusif itu antara lain adalah:
  • Plasmodesmata (tunggal: plasmodesma)
    Merupakan pori-pori penghubung yang terletak pada dinding sel. Dengan adanya plasmodesmata, sel tumbuhan dapat berkomunikasi dengan sel lainnya. Selain berperan dalam komunikasi antar sel tumbuhan, plasmodesmata juga berperan dalam transport protein dan RNA duta dari sel ke sel lain.
  • Plastida
    Plastida dapat berdifferensiasi, salah satunya menjadi kloroplas. Kloroplas memiliki pigmen bernama klorofil, yang menyebabkan warna hijau. Dengan adanya kloroplas ini, tumbuhan mampu berfotosintesis.
  • Dinding sel
    Bila dilihat lewat mikroskop, sel tumbuhan akan tampak tersusun rapi dan memiliki bentuk tetap. Umumnya berbentuk segi enam. Berbeda dengan hewan, yang bentuknya tidak tetap. Hal ini dikarenakan sel tumbuhan memiliki dinding sel. Dinding sel tumbuhan tersusun dari selulosa, protein dan terkandung lignin (zat kayu).
  • Vakuola yang besar
    Vakuola pada sel tumbuhan besar. Sementara vakuola pada sel hewan cenderung kecil, bahkan tidak ada. Vakuola ini diselimuti oleh membran tonoplas. Vakuola ini berperan untuk menjaga turgor dan menyimpan cadangan makanan.


Sel berukuran sangat kecil atau bersifat mikroskopis. Oleh karena itu, diperlukan alat khusus untuk mengamati sel secara jelas. Alat inilah yang dikenal sebagai mikroskop.
Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat secara kasat mata. Mikroskop merupakan alat bantu yang dapat ditemukan hampir diseluruh laboratorium untuk dapat mengamati organisme berukuran kecil (mikroskopis). Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.
Jenis paling umum dari mikroskop, dan yang pertama diciptakan, adalah mikroskop optis. Mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang ditaruh di bidang fokal dari lensa tersebut.

Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan. Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel.
Saat ini telah dikenal beberapa jenis mikroskop dari yang sederhana hingga yang canggih. Dan berikut ini adalah caramenggunakan mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.


Cara Mengamati Sel Dengan Mikroskop cahaya dan Elektron
mikroskop cahaya: berkahkhair
Mikroskop cahaya biasa kita gunakan di laboratorium. Adapun ciri-ciri mikroskop cahaya sebagai berikut.
1) Mikroskop cahaya biasanya digunakan untuk mengamati
morfologi objek yang dilihat.
2) Mikroskop cahaya menggunakan cahaya sebagai sumber penerangan. Oleh karena itu, diperlukan lensa untuk memperbesar bayangan benda.
3) Preparat (sediaan) harus tembus cahaya supaya dapat diamati dengan jelas. Oleh karena itu, preparat harus diiris setipis mungkin dengan ketebalan tidak lebih
dari 50 mikron. Biasanya menggunakan medium air yang diteteskan ke atas gelas benda.
4) Objek dapat diamati dalam keadaan hidup atau mati.
5) Pengamat dapat mengamati langsung melalui lensa okuler sehingga pengamat dapat mengetahui bentuk,warna, dan gerakan objek.
6) Bayangan dapat diperbesar hingga mencapai 100×, 400×, dan 1.000×.


Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron merupakan hasil perkembangan yang lebih maju dari mikroskop cahaya. Adapun ciri-ciri mikroskop elektron sebagai berikut.


  • Mikroskop electron menggunakan elektron sebagai pengganti cahaya dan medan magnet sebagai pengganti lensa. Bayangan ditampilkan di layar monitor.
  • Biasanya digunakan untuk mengamati bagian-bagian sel, misalnya organel, membrane atau molekul besar seperti DNA.
  • Tidak dapat digunakan untuk mengamati objek yang masih hidup.
  • Objek yang akan diamati harus sangat tipis dan berada di ruang hampa udara supaya dapat ditembus dengan elektron.
  • Bayangan yang diperoleh dapat diperbesar hingga mencapai sejuta kali.

Cara Mengamati Sel Dengan Mikroskop cahaya dan Elektron
contoh mikroskop elektron: tentorku
Mikroskop elektron ada dua macam, yaitu mikroskop elektron skaning (SEM : Scanning Electron Microscope) dan mikroskop elektron transmisi (TEM : Transmission Electron Microscope). Mikroskop elektron skaning digunakan untuk mengamati secara detail permukaan sel, sedangkan mikroskop elektron transmisi digunakan untuk mengamati struktur internal sel

Ukuran sel yang sesungguhnya jauh lebih kecil daripada yang tampak di mikroskop. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan tentang mikrometri untuk mengetahui ukuran sel yang sebenarnya. Mikrometri merupakan pengukuran preparat di bawah mikroskop untuk mengetahui ukuran (tebal atau panjang) sel atau bagian sel yang diamati.

Demikian artikel berjudul Cara Mengamati Sel Dengan Mikroskop cahaya dan Elektron semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian yang sedang mencari informasi seputar penggunaan kedua mikroskop tersebut.


Cara Menggunakan Mikroskop Dalam Pengamatan sel



Memperkenalkan bagian-bagian dari mikroskop optik dan cara penggunaannya
  1. Mempelajari cara menyiapkan bahan-bahan yang akan diamati di bawah mikroskop
  2. Mengamati sel hidup dan sel mati
  3. Mengamati bentuk-bentuk sel
  4. Mengamati perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan
ALAT DAN BAHAN
A. Alat :
  1. Mikroskop cahaya
  2. Kaca objek
  3. Kaca penutup
  4. Pinset anatomi yang runcing
  5. Pisau silet
  6. Kertas saring/tissue
B. Bahan :
  1. Kulit bawang merah (Allium cepa) yang kering
  2. Daum adam dan eva (Rhoeo discolor)
  3. Daun Hydrilla (Hydrilla verticilata)
  4. Daun cocor bebek (Kalanchoe piƱata)
  5. Epitel mukosa mulut (pipi sebelah dalam)
KETERANGAN HASIL PENGAMATAN
  1. Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk melihat objek-objek yang kecil dengan memanfaatkan lensa cembung untuk perbesaran. Bayangan yang akan dibentuk oleh mikroskop memiliki sifat terbalik dan diperbesar
  2. Pengamatan sel mati tumbuhan dengan menggunakan sample kulit bawang merah (Allium cepa) yang menggunakan mikroskop dengan perbesaran 4X pada lensa objektif. Untuk memudahkan pengamatan, sampel harus ditetesi terlebih dahulu dengan larutan HCl pekat, dengan tujuan untuk melarutkan kristal-kristal yang terbentuk saat sel-sel tersebut mati. Kulit bawang merah tersebut memiliki sel-sel yang mati. Bentuk sel penyusun kulit bawang merah tersebut sepeti segi-6 yang tersusun rapat.
 
Letakkan mikroskop pada meja sedemikian rupa agar kamu lebih mudah melakukan pengamatan melalui tabung mikroskop. Pastikan mikroskop terletak pada tempat yang aman, atur pencahayaan dan peralatan yang telah siap dipakai, kemudian lakukan pengaturan pencahayaan. Objek pengamatan (preparat) dapat diamati di mikroskop dengan jelas apabila cahaya yang masuk cukup memadai. Mikroskop ada yang sudah dilengkapi sumber cahaya berupa lampu sehingga untuk mengatur pencahayaan tinggal menghidupkan lampunya saja. Mikroskop yang belum dilengkapi dengan sumber cahaya dapat menggunakan cahaya lampu maupun sinar matahari. Bila menggunakan lampu, arahkan lampu pada jarak kira-kira 20 cm dari mikroskop. Jika sumber cahaya dari sinar matahari, bagian cermin pada mikroskop diarahkan pada datangnya sumber cahaya matahari, misalnya dekat pintu/jendela. 

Aturlah diafragma dan kedudukan cermin hingga cahaya terpantul melalui lubang meja objek. Jangan mengarahkan cermin ke arah sinar matahari secara langsung, karena cahaya yang memantul ke mata dapat mengganggu penglihatan. Pencahayaan sudah tepat dan memadai, bila diamati dari lensa okuler akan tampak lingkaran yang terangnya merata. Inilah yang disebut dengan lapangan pandang. Apabila lapangan pandang sudah tampak namun belum jelas, cobalah putar/ganti lensa objektif dengan cara memutar revolver.

Setelah pengaturan pencahayaan, maka untuk dapat melihat objek (preparat/ sediaan) melalui mikroskop gunakan lensa objektif yang memiliki perbesaran lemah dulu, kemudian lakukan langkah langkah berikut:
  1. Letakkan kaca benda (object glass) beserta objek yang akan diamati (preparat/sediaan) pada meja objek. Aturlah posisi kaca benda sehingga objek yang akan diamati berada pada lapangan pandang.
  2. Jepitlah kaca benda dengan penjepit yang terletak di atas meja objek.
  3. Sambil melihat dari samping, turunkan lensa objektif secara perlahan dengan menggunakan pemutar kasar hingga jarak lensa objektif dan preparat yang diamati kira-kira 5 mm. Pada beberapa mikroskop, yang naik turun bukan lensa objektifnya tetapi meja objek (Hati-hati! Jangan sampai lensa objektif menyentuh/membentur gelas benda. Hal ini dapat menyebabkan lensa objektif tergores).
  4. Perhatikan bayangan melalui lensa okuler. Gunakan pemutar kasar untuk menaikkan atau menurunkan lensa objektif sampai preparat terlihat jelas. Apabila bayangan belum terlihat, ulangi langkah (3).
  5. Setelah preparat terlihat, dengan menggunakan pemutar halus, naik turunkan lensa objektif agar tepat pada fokus lensa (preparat tampak lebih jelas).
  6. Untuk memperoleh perbesaran kuat, kita dapat mengganti/mengubah lensa objektif dengan cara memutar revolver. Usahakan agar posisi preparat tidak bergeser. Bila hal ini terjadi maka kamu harus mengulangi dari awal.
 
Miroskop digunakan untuk mengamati dan mempelajari objek (preparat/spesimen) yang ukurannya sangat kecil. Ukuran preparat yang kita amati dapat diperkirakan dengan cara membandingkannya dengan ukuran lapangan pandang yang berbentuk lingkaran. Mari kita mengukur menggunakan mikroskop.
 
 
http://3.bp.blogspot.com/_xX4nGE4cP_o/S5r_md01-iI/AAAAAAAAA1Y/Z1EnQ9vhhRI/s320/d2.PNG
  1. Gunakan lensa objektif dengan perbesaran lemah, misalnya 10x. Letakkan penggaris/mistar plastik transparan (tembus pandang) dengan skala milimeter di atas meja objek. Unit pengukuran panjang yang digunakan adalah milimeter atau micron. 1 milimeter setara dengan 1000 mikron.
  2. Aturlah pemutar kasar sehingga mistar terletak pada fokus yang tepat.
  3. Perlahan-lahan geserlah mistar sehingga diperoleh bayangan
  4. Jika ukuran lapangan pandang pada mikroskop seperti pada Gambar, berarti ukuran lapangan pandang pada mikroskop tersebut adalah 12 mm.
  5. Gantilah mistar dengan preparat/sediaan yang diamati. Misalkan preparat/sediaan yang diamati setengah ukuran bidang lapangan pandang, 12 mm = 6 mm. maka ukuran preparatnya adalah ½ x
  6. Bagaimana mengetahui ukuran preparat yang diamati? Penggunaan lensa objektif dengan perbesaran lemah, akan sulit untuk memperkirakan ukuran bagian yang lebih kecil. Untuk itu, perlu menggunakan lensa objektif dengan perbesaran kuat, misalnya 40x. Jika ukuran bayangan preparat yang diamati misalkan ¼ ukuran lapangan pandang mikroskop, maka perkiraan 6 mm = 10/40 x  ukuran sebenarnya dari benda yang diamati adalah ¼ x 0,375 mm (perkiraan).


Penelusuran yang terkait dengan Cara Mengamati Sel Dengan Mikroskop Cahaya

  • langkah langkah mengamati sel dengan mikroskop
  • bagaimana caranya mengamati sel dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa jelaskan
  • mikroskop untuk melihat sel
  • mengapa diperlukan mikroskop elektron untuk mengamati struktur sel
  • hasil pengamatan dengan mikroskop elektron terlihat gambar sebagai berikut
  • latar belakang pengenalan mikroskop dan pengamatan sel
  • sel yang bagaimana yang dapat diamati dengan menggunakan mikroskop elektron
  • cara menggunakan mikroskop

0 Response to "Cara Mengamati Sel Dengan Mikroskop Cahaya dan Elektron "

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel