Pengertian Nilai Uang,Teori dan Macamnya ( Materi Lengkap )


Pengertian Nilai Uang

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran. Secara kesimpulan, uang adalah suatu benda yang diterima secara umum oleh masyarakat untuk mengukur nilai, menukar, dan melakukan pembayaran atas pembelian barang dan jasa, dan pada waktu yang bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.



Apakah nilai uang itu? Nilai uang adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan sejumlah barang tertentu. Nilai uang tersebut dapat dibedakan menjadi tiga macam.

a. Nilai Nominal

Nilai nominal uang adalah nilai yang tertera/tertulis pada setiap mata uang yang bersangkutan. Contoh: pada uang Rp50.000,00 tertera angka lima puluh ribu rupiah, maka nilai nominal uang tersebut adalah lima puluh ribu rupiah.

b. Nilai Intrinsik

Nilai intrinsik uang adalah nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang.
Contoh: untuk membuat uang kertas Rp50.000,00 diperlukan kertas dan bahan lainnya yang harganya Rp3.000,00, maka nilai intrinsik uang tersebut adalah Rp3.000,00

c. Nilai Riil

Nilai riil uang adalah nilai yang dapat diukur dengan jumlah barang dan jasa yang dapat ditukar dengan uang itu. Jika uang Rp1.000,00 dapat ditukar dengan satu gelas minuman teh, maka dapat dikatakan bahwa nilai riil uang Rp1.000,00 adalah segelas minuman teh.

Dilihat dari penggunaannya, nilai uang dibedakan menjadi nilai internal uang dan nilai eksternal uang.

1. Nilai internal uang

Nilai internal uang adalah daya beli uang terhadap barang dan jasa. Contoh: dengan uang Rp5.000,00 kalian dapat membeli sebuah buku tulis, maka nilai internal uang Rp5.000,00 tersebut adalah sebuah buku tulis.

2. Nilai eksternal uang


Nilai eksternal uang adalah nilai uang dalam negeri, jika dibandingkan dengan mata uang asing, yang lebih dikenal dengan kurs. Kurs ada dua macam yaitu kurs jual dan kurs beli. Kurs jual adalah kurs yang berlaku apabila bank menjual valuta asing. Sedangkan kurs beli adalah kurs yang berlaku apabila bank membeli valuta asing. Contoh: kalian dapat menukarkan uang Rp9.000,00 dengan satu dollar Amerika Serikat di bank yang melayani penukaran valuta asing. Dalam hal ini nilai kurs Rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (US $1 = Rp9.000,00).A




Teori Nominalisme
Teori nominalisme adalah teori yang menyatakan bahwa suatu benda dapat diterima sebagai uang karena besarnya nominal yang tertera pada benda tersebut. Nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang tersebut diabaikan. Beberapa teori lain yang mendukung dan melengkapi teori nominalisme antara lain :
  • Teori Perjanjian (Konversi), menyatakan bahwa uang diterima dalam masyarakat karena adanya perjanjan terhadap nilai uang dalam proses pertukaran. Teori ini diperkenalkan oleh Thomas Aquinas. 
  • Teori Kebiasaan, menyatakan bahwa uang diterima dalam masyarakat karena kebiasaan masyarakat dalam menggunakan benda tertentu sebagi acuan dalam transaksi.
  • Teori Kenegaraan, menyatakan bahwa uang diterima dalam masyarakat karena adanya ketetuan dari pemerintah akan kedudukan dan penggunaan uang.
  • Teori Tuntutan, menyatakan bahwa uang diterima dalam masyarakat karena tuntutan terhadap barang yang dihasilkan masyarakat.
  • Teori Realisme, menyatakan bahwa uang diterima oleh masyarakat karena adanya kesadaran akan pentingnya manfaat uang dalam pertukaran
 
 
Teori uang dinamis adalah teori yang membahas tentang perubahan-perubahan dari nilai uang.
a. Teori Kuantitas (Quantity Teori)
Teori kuantitas merupakan teori yang menyatakan bahwa tinggi rendahnya nilai uang dipengaruhi oleh jumlah uang yang beredar di masyarakat. Semakin banyak uang yang beredar maka harga barang akan semakin tinggi sehingga nilai uang menjadi rendah, demikianpula sebaliknya. Teori ini diperkenalkan oleh David Ricardo, dapat dirumuskan sebagai berikut :
M = k . P
M = Jumlah Uang yang Beredar
K = Konstanta (Pembanding Tetap)
P = Harga Barang

b. Teori Transaksi (E Change Equation)
Teori ini merupakan pengembangan dari teori kuantitas David Ricardo. Teori Transaksi diperkenalkan oleh Irving Fisher yang mengamati perubahan nilai uang berdasarkan jumlah uang yang beredar, kecepatan peredaran uang, jumlah barang yang diperdagangkan dan harga barang. Teori transaksi dapat dinyatakan dalam rumus :
M . V = P . T
Keterangan :
M = Jumlah Uang yang Beredar
V = Kecepatan Peredaran Uang
P = Harga Barang
T = Jumlah Barang yang Diperdagangkan

c. Teori Persediaan Kas (Cash Balance Theory)
Teori yang diperkenalkan oleh Alfred Marshall ini menyatakan bahwa nilai uang tergantung kepada jumlah uang yang disimpan untuk persediaan dari sebagian pendapatan masyarakat. Persediaan kas tergantung kepada jumlah pendapatan dan harga barang di pasar. Secara matematis dapat dirumuskan :
M = k . P . Y
Keterangan :
M = Jumlah Uang yang Beredar
k = Konstanta (Pembanding Tetap)  
P = Harga Barang
Y = Pendapatan
 

Fungsi Uang

Fungsi asli uang ada tiga, yaitu sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung, dan sebagai penyimpan nilai.
  • Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran. Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang, tetapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan pertukaran dengan cara barter dapat diatasi dengan pertukaran uang.
  • Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) karena uang dapat digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Uang juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga). Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar pertukaran.
  • Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa pada masa mendatang.



 Penelusuran yang terkait dengan Pengertian Nilai Uang

  • teori nilai uang
  • fungsi uang
  • jenis uang
  • nilai intrinsik uang
  • nilai yang tercantum pada mata uang adalah pengertian nilai uang secara
  • pengertian nilai waktu uang
  • pengertian uang kertas
  • perubahan nilai uang dan kurs

0 Response to "Pengertian Nilai Uang,Teori dan Macamnya ( Materi Lengkap )"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel