17 Jenis Ikan Laut Budidaya dan Ikan Air Tawar Konsumsi ( Materi Lengkap )

Ikan laut adalah spesies ikan yang hidup di dalam air laut. Berbeda dengan ikan air tawar yang menghendaki lingkungan hidup dengan kadar garam yang lebih rendah daripada kadar garam dalam cairan tubuhnya, ikan laut dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang memiliki kadar garam yang lebih tinggi dibandingkan dengan kadar garam dalam cairan tubuhnya. Ikan laut mempunyai cairan tubuh berkadar garam lebih rendah dibandingkan kadar garam di lingkungannya.


1. Ikan kerapu Bebek


Kerapu bebek atau kerapu tikus (Chromileptes altivelis) adalah jenis ikan dari keluarga Serranidae yang ditemukan di Australia, Cina, Guam, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Kenya, Malaysia, Kaledonia Baru, Kepulauan Mariana Utara, Papua Niugini, Filipina, Pulau Pitcairn, Singapura, Taiwan, Thailand, Vietnam dan mungkin di Mozambique dan di Vanuatu. Habitat alaminya adalah karang laguna pantai. Jenis ini terancam kehilangan habitatnya.

Ikan ini adalah salah satu ikan yang paling sering dibudidayan di indonesia.Harga kerapu bebek di pasar Hong Kong mencapai Rp 3 juta-Rp 4 juta per ekor atau delapan kali lipat dari harga di dalam negeri," terangnya.

Mengingat harganya yang mahal, ikan kerapu sudah banyak dibudidaya peternak dengan metode karamba. Sementara para eksportir berani membeli ikan kerapu bebek dari karamba seharga Rp 500 ribu per kilogram.

Ikan ini memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi karena rasanya yang enak dibanding jenis ikan lain. Tak heran, para pembeli rela merogoh kocek dalam-dalam untuk mendapatkan ikan ini. Pasar tuna yellowfin terbesar adalah Jepang, Taiwan, Korea Selatan hingga Amerika Serikat.


2. Ikan Kerapu Macan


Kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) adalah sejenis kerapu yang menghuni perairan Indo-Pasifik. Bersama-sama dengan kerapu kertang, ikan ini merupakan ikan tangkap yang populer di Nusantara. Ikan yang berstatus terancam punah karena rusaknya habitat ini menghuni perairan terbuka, laut dangkal, kawasan pasang-surut, terumbu karang, dan laguna pantai. Ikan dewasa dapat mencapai lebih daripada 2 m.

Ikan kerapu macan hidup diperairan dangkal, berterumbu karang dan sekitarnya, meskipun ada pula ikan kerapu yang hidup di pantai sekitar muara sungai. Ikan kerapu merupakan jenis ikan demersal yang menyukai hidup di perairan berterumbu karang, diantaranya celah-celah karang atau di dalam goa didasar perairan.


3. Kerapu Sunu


Kerapu Sunu adalah jenis ikan karang yang biasa hidup pada kedalaman 3 sampai 300 m dibawah permukaan air laut (Heemstra, 1993). Ikan ini bisa mencapai panjang 50 cm setelah berumur 5 tahun dan merupakan jenis hermaphrodite protogini. Kerapu Sunu betina akan mulai matang telur setelah panjang standarnya mencapai 21 cm dengan umur 2 tahun, dan ukuran terbesar betina masak telur adalah 47 cm dengan umur 4 tahun. Kerapu Sunu akan berubah kelamin menjadi jantan, dan umur termuda jantan dengan matang telur adalah saat panjang tubuhnya mencapai   30 cm, dan ukuran terbesar jantan adalah 54 cm.


4. Ikan Baronang

Baronang (Siganus Sp.)adalah ikan laut yang termasuk famili Siginidae. Ikan beronang dikenal oleh masyarakat dengan nama yang berbeda-beda satu sama lain seperti di Pulau Seribu dinamakan kea-kea, di Jawa Tengah dengan nama biawas dan nelayan-nelayan di Pulau Maluku menamakan dengan sebutan samadar. Baronang ditemukan di perairan dangkal laguna di Indo-Pasifik dan timur Mediterania. ikan ini dalam bahasa inggris disebut rabbitfish hal ini karena pemakan tumbuh-tumbuhan (rumput laut) yang rapi seperti dipangkas mesin rumput kecil. Baronang merupakan salah satu ikan yang menjadi favorit bagi para pemancing di laut.

Di Indonesia secara umum dikenal Baronang susu, baronang tompel, dan baronang angin, dari ketiga jenis itu yang paling banyak ditemui adalah baronang susu. Selain itu terdapat baronang lada, baronang batik , baronang kalung, baronang kunyit dll namun, lantaran populasinya sudah langka, jenis-jenis yang terakhir ini jarang.


5. Ikan Kakap merah

Ikan kakap merah adalah salah satu jenis ikan kakap yang mempunyai sisik berwarna merah. Ikan ini berasal dari wilayah Atlantik Utara terutama di Karibia dan Teluk Meksiko, namun sudah menyebar dan dibudidayakan di perairan Indonesia. Ikan ini juga merupakan salah satu ikan pancing favorit di Indonesia.

Kakap merah sering dibudidayakan karena harganya yang cukup mahal dikarenakan dagingnya yang tebal dan lezat.


6. Ikan kakap Putih

Kakap putih adalah suatu jenis Ikan berpindah dalam keluarga Latidae dari ordo Perciformes. Jenis ikan ini tersebar luas di wilayah Hindia-Pasifik Barat mulai dari Asia Tenggara sampai Papua Nugini dan Australia Utara. Ikan ini dikenal dengan nama Pla kapong di Thailand dan Barramundi di Australia. Oleh komunitas ilmiah internasional ikan ini disebut sebagai Asian sea bass (kakap laut Asia) atau Australian sea bass (kakap laut Australia). Ikan ini merupakan salah-satu komoditas budidaya laut unggulan di Indonesia.


7. Ikan Bandeng

kan bandeng (Chanos chanos) adalah ikan pangan populer di Asia Tenggara. Ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam suku Chanidae (bersama enam genus tambahan dilaporkan pernah ada namun sudah punah). Dalam bahasa Bugis dan Makassar dikenal sebagai ikan bolu, dan dalam bahasa Inggris milkfish)

Mereka hidup di Samudera Hindia dan Samudera Pasifik dan cenderung berkawanan di sekitar pesisir dan pulau-pulau dengan terumbu koral. Ikan yang muda dan baru menetas hidup di laut selama 2–3 minggu, lalu berpindah ke rawa-rawa bakau berair payau, dan kadangkala danau-danau berair asin. Bandeng baru kembali ke laut kalau sudah dewasa dan bisa berkembang biak.

Ikan muda disebut nener dikumpulkan orang dari sungai-sungai dan dibesarkan di tambak-tambak. Di sana mereka bisa diberi makanan apa saja dan tumbuh dengan cepat. Setelah cukup besar (biasanya sekitar 25–30 cm) bandeng dijual segar atau beku. Bandeng diolah dengan cara digoreng, dibakar, dikukus, dipindang, atau diasap.


8. Ikan Kuwe
Kuwe gerong atau belitong (Charanx ignobilis) adalah ikan tangkapan umum di kawasan tropis Indo-Pasifik. Dalam bahasa Inggris dikenalsebagai giant trevally atau GT (dibaca jiti). Ikan ini mudah sekali dikenali dari dahinya yang tampak besar dengan warna tubuh keperakan semburat kuning.
Ukuran tubuhnya besar, dengan panjang dapat mencapai 170 cm dan berat 80 kg. Ketika muda menyukai perairan dengan kegaraman rendah, tetapi setelah besar dapat ditemukan di berbagai zona laut.

Ikan kuwe gerong ini dikenal sebagai ikan dagang maupun ikan pancing.


9. Ikan Tongkol
Tongkol, tongkol como, tongkol komo, atau tongkol kurik (Euthynnus affinis) adalah sejenis ikan laut dari suku Scombridae. Terutama menjelajah di perairan dangkal dekat pesisir di kawasan Indo-Pasifik Barat, tongkol merupakan salah satu jenis ikan tangkapan yang penting bagi nelayan. Dalam perdagangan internasional dikenal sebagai kawakawa, little tuna, mackerel tuna, atau false albacore.

Statistik Perikanan FAO merekam angka produksi tahunan antara 90.987 hingga 111.996 ton. Beberapa pelabuhan pendaratan tongkol yang penting di Indonesia, di antaranya, adalah Manado, Padang, Cilacap, Tegal, dan Sumenep.

Tongkol diperniagakan dalam bentuk ikan segar, ikan beku, dan dikalengkan. Juga dalam rupa-rupa ikan olahan: dikeringkan, diasinkan, diasap, atau dipindang. Dagingnya berkualitas baik bila segar, namun dengan cepat akan memburuk bila tidak ditangani dengan baik.


10. Ikan Cakalang

Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) adalah ikan berukuran sedang dari familia Skombride (tuna). Satu-satunya spesies dari genus Katsuwonus. Cakalang terbesar, panjang tubuhnya bisa mencapai 1 m dengan berat lebih dari 18 kg. Cakalang yang banyak tertangkap berukuran panjang sekitar 50 cm. Nama-nama lainnya di antaranya cakalan, cakang, kausa, kambojo, karamojo, turingan, dan ada pula yang menyebutnya tongkol. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai skipjack tuna.

Ikan cakalang adalah ikan bernilai komersial tinggi, dan dijual dalam bentuk segar, beku, atau diproses sebagai ikan kaleng, ikan kering, atau ikan asap. Di Manado, dan juga Maluku, ikan cakalang diawetkan dengan cara pengasapan, disebut cakalang fufu (cakalang asap). Adapun, cakalang dibudidayakan sebagai salah satu sumber bagi masyarakat juga sumber devisa negara. Cakalang merupakan salah satu sumber protein hewani dengan kandung omega-3 yang dibutuhkan tubuh. Sebagai komoditas yang dapat diekspor (exportable), cakalang turut berperan dalam ekonomi Indonesia. Sumber daya cakalang dimanfaatkan oleh kalangan menengah ke atas.


11. Ikan Tuna

Tuna adalah ikan laut pelagik yang termasuk bangsa Thunnini, terdiri dari beberapa spesies dari famili skombride, terutama genus Thunnus. Ikan ini adalah perenang andal (pernah diukur mencapai 77 km/jam). Tidak seperti kebanyakan ikan yang memiliki daging berwarna putih, daging tuna berwarna merah muda sampai merah tua. Hal ini karena otot tuna lebih banyak mengandung myoglobin daripada ikan lainnya. Beberapa spesies tuna yang lebih besar, seperti tuna sirip biru Atlantik (Thunnus thynnus), dapat menaikkan suhu darahnya di atas suhu air dengan aktivitas ototnya. Hal ini menyebabkan mereka dapat hidup di air yang lebih dingin dan dapat bertahan dalam kondisi yang beragam. Kebanyakan bertubuh besar, tuna adalah ikan yang memiliki nilai komersial tinggi.

Tuna merupakan ikan komersial, komoditas perikanan tangkap yang penting. LSM International Seafood Sustainability Foundation telah menyusun laporan terinci mengenai stok ikan tuna dunia pada 2009, yang direvisi secara teratur. Menurut laporan itu ,Jenis-jenis tuna yang terpenting untuk perikanan tangkap dan olahraga memancing adalah madidihang, tuna mata besar, tuna-tuna sirip biru dan tatihu, albakor.


12. Ikan Teri

Ikan teri atau ikan bilis adalah sekelompok ikan laut kecil anggota suku Engraulidae. Nama ini mencakup berbagai ikan dengan warna tubuh perak kehijauan atau kebiruan. Walaupun anggota Engraulidae ada yang memiliki panjang maksimum 23 cm, nama ikan teri biasanya diberikan bagi ikan dengan panjang maksimum 5 cm. Moncongnya tumpul dengan gigi yang kecil dan tajam pada kedua-dua rahangnya. Mangsa utama ikan teri ialah plankton.

Di kawasan sekitar Selat Malaka dan Laut Tiongkok Selatan, ikan teri biasa digoreng dan dihidangkan dengan sambal serta nasi hangat atau nasi lemak. Ikan ini juga dihaluskan berbentuk tepung. Di Vietnam, saus ikan nước mắm — simbol tidak resmi negara itu — dibuat dengan bahan utama ikan teri.


13. Ikan Kembung

Kembung adalah nama sekelompok ikan laut yang tergolong ke dalam marga Rastrelliger, suku Scombridae. Meskipun bertubuh kecil, ikan ini masih sekerabat dengan tenggiri, tongkol, tuna, madidihang, dan makerel. Di Ambon, ikan ini dikenal dengan nama lema atau tatare, di Makassar disebut banyar atau banyara. Dari sini didapat sebutan kembung banjar.

Kembung termasuk ikan pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis menengah, sehingga terhitung sebagai komoditas yang cukup penting bagi nelayan lokal. Kembung biasanya dijual segar atau diproses menjadi ikan pindang dan ikan asin yang lebih tahan lama. Ikan kembung yang masih kecil juga sering digunakan sebagai umpan hidup untuk memancing cakalang.


14. Ikan Sarden

Sarden adalah jenis ikan yang paling umum dikonsumsi manusia, merupakan ikan berminyak berukuran relatif kecil.[1] Istilah sarden diambil dari nama pulau di Mediterania, yaitu pulau Sardinia di mana ikan sarden pernah terdapat dalam jumlah besar.

Istilah "sarden" seringkali tertukar dengan hewan jenis lain, tergantung definisi dari suatu negara. FAO dan WHO menetapkan 21 spesies ikan yang dapat disebut sarden untuk memudahkan inspeksi dan karantina produk sarden, terutama sarden yang dikalengkan


15. Ikan Tenggiri

Tenggiri adalah nama umum bagi sekelompok ikan yang tergolong ke dalam marga Scomberomorus, suku Scombridae. Ikan ini merupakan kerabat dekat tuna, tongkol, madidihang, makerel dan kembung. Tenggiri banyak disukai orang, diperdagangkan dalam bentuk segar, ikan kering, atau diolah menjadi kerupuk, siomay, dan lain-lain.



 Ikan Konsumsi Air Tawar

Salah satu sumber protein terbaik yaitu ikan. Meski ikan laut lebih terkenal karena kekayaan gizinya, bukan berati ikan air tawar kalah populer, lho. Harga yang lebih ekonomis dan gizi yang tak kalah unggul membuat ikan air tawar selalu digemari banyak orang.
Ikan air tawar ini ada banyak jenisnya, sehingga kita memiliki banyak pilihan ikan  yang dapat diolah dan disajikan untuk keluarga tercinta. Apa saja jenis ikan tawar yang jadi favorit untuk dikonsumsi ya?

1. Ikan Mujair

Bentuk ikan mujair terlihat sederhana, pipih, hitam keabu-abuan, dengan panjang maksimum 40 cm. Namun, daging ikan mujair sangat gurih untuk dimasak. Durinya juga tidak terlalu banyak.
Ikan air tawar ini terkenal dengan gizinya, terutama karena kaya fosfor. Cara mengolah ikan mujair cukup mudah bisa hanya digoreng kering dimakan bersama sambal terasi, atau dipesmol bumbu kuning yang akan menambah selera makan anda.

2. Ikan Lele
Bertubuh licin dan panjang yang semakin mengecil ke arah ekor, lele memiliki ciri khas tersendiri yakni kumis yang panjang. Meski ukurannya termasuk kecil, lele disukai banyak orang karena rasanya yang gurih dan dagingnya yang lembut. Harganya juga relatif murah dibanding ikan air tawar lainnya.
Selain digoreng dan disajikan bersama sambel menjadi pecel lele, ikan ini juga dapat dimasak menjadi mangut lele atau dibakar dengan bumbu kecap.

3. Ikan Gurame
Salah satu ikan paling populer di Indonesia adalah gurame. Harga ikan gurame cenderung lebih mahal dan ikan air tawar jenis ini biasanya banyak disajikan di restoran. Namun harga yang dipatok sesuai dengan ukurannya yang besar dan dapat dinikmati beramai-ramai hingga 4-6 orang.
Ciri fisik ikan gurame adalah bentuknya yang pipih melebar, sisik yang besar dan rapat, serta berwarna cokelat muda. Ikan gurame memiliki daging sangat padat. Durinya berukuran besar dan hanya terdapat di tengah badannya, sehingga mudah untuk memilahnya.
Salah satu resep paling populer untuk ikan ini adalah
gurame asam manis
, yang lengkap dengan potongan nanas dan saus tomatnya yang berlimpah. Nikmatnya tiada dua, apalagi dinikmati bersama-sama keluarga ataupun kerabat.

4. Ikan Mas
Ikan mas ini ada yang dikategorikan sebagai ikan hias dan ada pula yang dikonsumsi. Bentuknya tegak pipih, bersisik normal, dan sirip memanjang. Tekstur ikan mas yang lembut membuat ikan air tawar yang satu ini cocok diolah menjadi pepes ikan mas atau gulai kepala ikan mas.
Tapi hati-hati ketika mengkonsumsi ikan ini. Meskipun gurih dan lezat, namun harus teliti dalam memisahkan duri-durinya yang sangat halus, dan berjumlah banyak hingga ke dalam lapisan dagingnya.

5. Ikan Patin
Patin merupakan sekelompok ikan berkumis dan masih satu keluarga dengan ikan lele. Tekstur luar badannya juga hampir mirip yakni basah dan berlendir, daginya juga lembut seperti lele.
Lemak tak jenuh yang terdapat pada patin mencapai 50% dari total keseluruhan nilai gizi yang terkandung di dalam ikan patin. Selain itu, ikan patin juga mengandung DHA dan Omega 3 yang tinggi. Jadi, sangat cocok dikonsumsi oleh anak-anak, ibu hamil, dan orang tua.
Ikan patin biasanya diolah menjadi
sup ikan
yang lezat dan sangat bermanfaat bagi anak-anak balita atau jika anda ingin sensasi yang lebih, dapat mengolahnya menjadi
gulai ikan patin. 
  6. Ikan Bawal

Ikan Bawal memiliki warna campuran antara hitam dan oranye, yang membuat ikan berbentuk pipih dan lebar ini nampak berbeda dari ikan lainnya. Harganya juga cukup terjangkau.
Ikan bawal memiliki daging yang cukup tebal,  dengan banyak duri halus di tubuhnya, jadi hati-hati saat mengonsumsinya, ya.  Ikan bawal sangat nikmat jika dibakar bumbu kecap atau tumis bumbu tauco dengan irisan cabai.

7. Ikan Nila
Ikan nila hampir mirip dengan ikan mujair, memiliki tubuh berukuran sedang dengan panjang maksimal 30 cm, dan berwarna hitam keabuan. Ikan ini paling mudah dibudidayakan sebab pertumbuhannya sangat cepat.
Fakta unik dari ikan nila setelah kawin adalah ia (induk betina) memiliki kebiasaan mengulum telur-telur yang telah dibuahi di dalam rongga mulutnya. Perilaku ini disebut
mouth breeder (pengeram telur dalam mulut).
Ingin menikmati olahan ikan nila yang berbeda? Coba ditumis tauco saja, dengan ditambahkan irisan cabai yang banyak, dijamin pedas asam manis ikan nila akan memberikan sensasi berbeda di lidah Anda. 

8. Ikan Belut
Kecil-kecil cabai rawit, sebutan ini cocok bagi ikan belut yang bentuknya kecil-kecil tapi sangat licin dan lincah dengan sirip ekor memanjang dan tidak memiliki tulang rusuk. Daging belut terkenal dengan tekturnya yang lembut dan gurih yang khas.
Ingin menyantap belut yang kaya akan gizi?
Goreng kering
saja menggunakan tepung krispi juga enak, lho. Dijamin renyah dan gurih ditambah sepiring nasi hangat.

9. Ikan Gabus
Ikan gabus biasa hidup di sungai, rawa dan danau dengan bentuk tubuh yang lumayan besar dan memiliki kepala hampir mirip seperti ular, serta warna tubuh hitam keabuan dipenuhi dengan bercak putih.
Berbeda dengan ikan lainnya, ikan gabus mampu bernafas langsung di udara, makanya jangan heran jika menemukan ia di daratan dan masih bertahan hidup.
Ikan gabus biasanya akan diawetkan dengan cara diasinkan dan dikeringkan. Ikan asin  gabus ini sangat nikmat karena berdaging tebal, oleh sebab itu harganya pun cukup mahal. 

10. Ikan Sidat
Dilihat dari bentuknya, sepintas ikan ini hampir mirip dengan belut namun memiliki perbedaan pada bentuk ekor dan kepala yang cenderung pipih dan melebar, dibandingkan ikan belut yang meruncing.
Ikan sidat kini menjadi komoditi ekspor dengan nilai jual yang tinggi karena kebutuhan pasar semakin meningkat. Salah satunya permintaan dari negara Jepang.


Penelusuran yang terkait dengan Ikan Laut Budidaya dan Konsumsi

0 Response to "17 Jenis Ikan Laut Budidaya dan Ikan Air Tawar Konsumsi ( Materi Lengkap )"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel