Pengertian Piutang ( Ciri-Ciri, Jenis, Klasifikasi ) Lengkap

Pengertian Piutang Menurut Para Ahli

  1. Skousen dan Stice

    Pengertian piutang menurut Skousen dan Stice adalah piutang yang dihubungkan dengan aktivitas operasi normal sebuah bisnis, yaitu penjualan kredit barang atau jasa untuk pelanggan. Piutang wesel adalah piutang yang diterbitkan oleh janji tertulis formal untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu. Sedangkan piutang lain-lain adalah piutang apapun yang muncul dari transaksi yang tidak secara langsung berhubungan dengan aktivitas operasi normal sebuah bisnis.
  2. Kieso dan Weygandt

    Pengertian piutang menurut Kieso dan Weygandt klaim yang diadakan terhadap pelanggan untuk uang, barang, jasa dan lain-lain.
  3. Rudianto (2009: 224)

    Pengertian piutang menurut Rudianto adalah klaim perusahaan atas uang, barang, atau jasa kepada pihak lain akibat transaksi di masa lalu
  4. Martono Dan Harjito (2007: 95)

    Pengertian piutang menurut Martono dan Harjito adalah tagihan perusahaan kepada pelanggan atau pembeli atau pihak lain yang membeli produk perusahaan.
  5. Niswonger (2006: 240)

    Pengertian piutang menurut Niswonger adalah uang pelanggan, tetapi karena kurang formal bila dibandingkan dengan wesel dan tidak memperhitungkan bungan.
  6. Warren Reeve Dan Fess (2005: 404)

    Pengertian piutang menurut Warren Reeve dan Fess adalah semua klaim dalam bentuk uang terhadap pihak lain, termasuk individu, perusahaan, atau organisasi lain.
  7. Wibowo Dan Abu Bakar Arif (2005: 151)

    Pengertian piutang menurut Wibowo dan Abu Bakar Arif adalah klaim terhadap sejumlah uang yang diharapkan akan  diperoleh pada masa yang akan datang.
  8. Jusup (2005: 52)

    Pengertian piutang menurut Jusup adalah hak untuk menagih sejumlah uang oleh penjual kepada pembeli yang timbul karena adanya suatu transaksi.
  9. Soemarso (2004: 338)

    Pengertian piutang menurut Soemarso adalah kebiasaan perusahaan untuk memberikan kelonggaran bagi para pelanggan pada waktu melakukan penjualan. Kelonggaran tersebut biasanya dalam bentuk izin bagi pelangggan untuk membayar kemudian atas penjualan barang/jasa yang dilakukan.
  10. Baridwan (2004: 123)

    Pengertian piutang menurut Baridwan adalah klaim sebuah perusahaan atas uang, barang atau jasa terhadap pihak lain.
  11. Enny Pudjiastuti (2004: 117)

    Pengertian piutang menurut Enny Pudjiastuti adalah proses penjualan barang hasil produksi secara kredit.
  12. Van Horne Dan Wachowics (2005)

    Pengertian piutang menurut Van Horne dan Wachowicz adalah sejumlah uang yang dialihkan kepemilikannya kepada suatu perusahaan oleh para pelanggan yang telah membeli barang atau jasa secara kredit.
  13. Al Haryono Jusuf (2003: 52)

    Pengertian piutang menurut Al Haryono Jusuf adalah hak untuk menagih sejumlah uang dari sipenjual kepada sipembeli yang timbul karena adanya suatu transaksi.
  14. Bambang Riyanto (2008: 85)

    Pengertian piutang menurut Bambang Riyanto adalah elemen modal kerja yang juga selalu dalam keadaan berputar secara terus menerus dalam rantai perputaran modal kerja.
  15. Sri Dwi Ari Ambarwati (2010: 155)

    Pengertian piutang menurut Sri Dwi Ari Ambarwati adalah sejumlah saldo yang akan diterima dari pelanggan.
  16. Wikipedia

    Pengertian piutang menurut Wikipedia adalah salah satu jenis transaksi akuntansi yang mengurusi penagihan konsumen yang berhutang pada seseorang, suatu perusahaan, atau suatu organisasi untuk barang dan layanan yang telah diberikan pada konsumen tersebut.
  17. Rusdi Akbar (2004: 199)

    Pengertian piutang menurut Rusdi Akbar adalah meliputi semua hak atau klaim perusahaan pada organisasi lainuntuk menerima sejumlah kas, barang, atau jasa di masa yang akan datang sebagaiakibat kejadian pada masa yang lalu.
  18. Mohammad Musclich (2003: 109)

    Pengertian piutang menurut Mohammad Muslich adalah Piutang terjadi karena penjualan barang dan jasa tersebut dilakukansecara kredit yang umumnya dilakukan untuk memperbesar penjualan.
  19. Smith (2005: 286)

    Pengertian piutang menurut Smith adalah piutan dapat didefinisikan dalam arti luas sebagai hak atau klaim terhadap pihak lain atas uang, barang, dan jasa. Namun, untuk tujuan akuntansi, istilah ini umumnya diterpakan sebagai klaim yang diharapkan dapat diselesaikan melalui penerimaan kas.
  20. M. Munandar (2006: 77)

    Pengertian piutang menurut M. Munandar adalah tagian perusahaan kepada pihak lain yang nantinya akan dimintakan pembayarannya bilama telah sampai jatuh tempo.
  21. S. Hadibroto

    Pengertian piutang menurut S. Hadibroto adalah klaim terhadap pihak lain, apakah klaim tersebut berupa uang, barang atau jasa, untuk maksud akuntansi istilah dipergunakan dalam arti yang lebih sempit yaitu merupakan klaim yang diharapkan akan diselesaikan dengan uang.
  22. Praswoto Dan Julianty (2002: 147)

    Pengertian piutang menurut Praswoto dan Julianty adalah piutang berisikan pemberian kredit yang diberikan perusahaan kepada konsumennya ketika menjual barangnya. Mereka mengambil setiap bentuk penjualan kredit dimana perusahaan meneruskannya kembali kepada perusahaan lain.
  23. Idriyo Gitosudarmo Dan Basri (2002: 81)

    Pengertian piutang menurut Indriyo Gitosudarmo dan Basri adalah aktiva atau kekayaan perusahaan yang timbul sebagai akibat dari dilaksanakannya kebijakan penjualan kredit.
  24. Syamsuddin (2001: 254)

    Pengertian piutang menurut Syamsuddin adalah meliputi semua transaksi pembelian secara kredit tetapi tidak membutuhkan suatu bentuk catatan atau surat formal yang ditandatangani yang menyatakan kewajiban pihak pembeli kepada pihak penjual.
  25. Hadri (2008: 198)

    Pengertian piutang menurut Hadri adalah piutang dagang merupakan hak klaim atau tagihan berupa uang atau bentuk lainnya kepada seseorang atau suatu perusahaan.
  26. Horngren dan Harrison (2007: 436)

    Pengertian piutang menurut Horngren dan Harrison adalah klaim moneter terhadap pihak lain.




Ciri-Ciri Piutang

Ciri-Ciri Akuntansi piutang adalah sebagai berikut:
  • Adanya Nilai Jatuh Tempo

    Nilai jatuh tempo yaitu istilah yang menjelaskan penjumlahan dari nilai transaksi utama lalu ditambah dengan nilai bunga yang dibebankan untuk dibayarkan pada tanggal jatuh tempo. Seorang pembeli yang melakukan transaksi dengan cara kredit bukan hanya membayar berapa nilai barang yang telah di beli, tetapi juga bunganya karena dia meminta waktu untuk membayar barang tersebut dengan tempo.
  • Adanya Tanggal Jatuh Tempo

    Piutang wesel adalah unsur kedua dan bagian dari ciri akuntansi piutang adalah adanya tanggal jatuh tempo. Tanggal jatuh tempo dapat diketahui dari lamanya atau umur piutang wesel. Umumnya, penjual menggunakan dua jenis pengukuran umur surat promes, yaitu bulan dan hari. Jika promes sudah berumur bulanan, maka tanggal jatuh temponya sama dengan tanggal pembeli melakukan transaksi kredit tersebut, hanya saja berbeda bulan. Apabila promes berumur hari, maka wajib dilakukan penghitungan untuk menentukan kapan tanggal jatuh temponya secara pasti.
  • Adanya Bunga Yang Berlaku

    Piutang wesel terjadi dikarenakan pembeli memutuskan melakukan transaksi secara kredit dan hal ini menimbulkan bunga. Bunga dalam hal ini dibayar sebagai bentuk konsekuensi pembeli yang meminta waktu pembayaran tertentu dan sebagai keuntungan bagi penjual karena sudah bersabar dalam menunggu pelunasan kredit tersebut. Untuk besaran bunga dalam hal ini sesuai kebijakan dari penjual dalam menentukan tingkat bunga yang dipakai.

 

Jenis-Jenis / Macam-Macam Piutang

Piutang memiliki beberapa jenis atau macam, yaitu sebagai berikut:
  1. Piutang Usaha (Account Receivable)

    Piutang usaha merupakan suatu jumlah pembelian secara kredit dari pelanggan. Piutang ini muncul sebagai akibat dari penjualan barang atau jasa. Umumnya ditagih dalam waktu 30 sampai dengan 60 hari. Umumnya, jenis piutang ini adalah piutang terbesar yang dimiliki oleh perusahaan.
  2. Piutang Wesel (Notes Receivable)

    Jenis piutang yang kedua adalah piutang wesel atau notes receivable. Piutang wesel merupakan sebuah penguatan dari piutang dagang. Didalam praktikny, piutang wesel adalah sebuah janji tertulis yang tidak mempunyai syarat untuk membayar sejumlah uang ditanggal tertentu dimasa yang akan datang akibat transaksi jual-beli secara kredit di masa sekarang. Janji tertulis yang demikian sering juga dikenal dengan istilah surat promes. Didalam surat prome, ada perjajian kapan terjadi transaksi jual-beli secara kredit dan ada pernyataan bahwa pembeli sanggup atas kewajibannya untuk melunasi utang tersebut dengan nilai tertentu di masa depan. Dalam piutang wesel ada sub jenisnya yaitu wesel berbunga yang mana piutang jenis ini disertai dengan bunga tertentu.
  3. Piutang Lain-Lain (Other Receivable)

    Piutang lain-lain atau other receivable adalah apapun bentuk dari tagihan yang tidak terklasifikasi dalam jenis pitang dagang dan piutang wesel. Seperti contohnya adalah piutang yang termasuk dalam jenis ini yaitu piutang deviden, piutang bunga, uang muka pembelian, tagihan berlangganan untuk pengembalian tempat barang, dan tuntutan kerugian para perusahaan asuransi.

Klasifikasi Piutang

Menurut Ahli Smith dan Skosen, dalam piutang terdapat klasifikasi yang terdiri dari:
1.Piutang Dagang
  • Wesel Tagih
    Wesel tagih atau notes receivable ini dikuatkan oleh janji formal tertulis untuk membayar
  • Piutang Usaha
    Piutang usaha atau accounts receivables merupakan piutang dagang yang tidak dijamin rekening terbuka. Yang merupakan suatu perluasan kredit jangka pendek pada pelanggan. Biasanya jatuh tempo pembayarannya adalah 30-90 hari.
2. Piutang Bukan Dagang
Piutang bukan dagang biasanya didukung dengan persetujuan resmi/formal dan secara tertulis. Piutang bukan dagang harus dibuat dalam perkiraan yang judulnya sesuai dan dilaporkan secara terpisah dalam laporan keuangan. Piutang bukan dagang ini termasuk semua tipe piutang lainnya dan mempunyai beberapa jenis transaksi diantaranya:
  • Penjualan surat berharga atau kepemilikan selain barang dan jasa.
  • Uang muka pada para pemegang saham, direktur, pejabat, karyawan dan perusahaan afiliasi
  • Setoran kepada kreditur, perusahaan kebutuhan umum dan instansi lain sebagainya.
  • Pembayaran diawal pembelian
  • Setoran untuk menjamin suatu kontrak atau pembayaran biaya
  • Tuntutan atas kerugian atau kerusakan
  • Saham yang harus disetor

 

Pengelolaan Piutang

Piutang adalah asset yang sangat material. Untuk itu, dibutuhkan manajemen pengelollan piutang yang efektif dan efisien agar dana yang diinvestasikan dalam piutang sesuai dengan tingkat kemampuan perusaahan sehingga tidak mengganggu aliran kas.
Berikut ini adalah pengelolaan piutang yang bisa dilakukan pengambilan keputusan-keputusan:
  1. Standar Kredit

    Standar kredit merupakan kualitas minimal kelayakan kredit seorang pemohon kredit yang bisa diterima oleh perusahaan kredit. Adanya standar kredit ini, perusahaan bisa meningkatkan penjualannya melalui penjual secara kredit namun tidak menimbulkan resiko piutang tak tertagih yang berlebihan. Suatu perusahaan wajib menentukan standar kredit yang tepat, yang lebih besar manfaat yang akan diperoleh bagi perusahaan daripada biaya yang dikeluarkan perusahaan dengan adanya standar tersebut.
  2. Syarat Kredit

    Dengan adanya syarat kredit dapat menetapkan adanya periode yang mana kredit diberikan dan potongan tunai jika ada untuk pembayaran yang lebih awal. Beberapa faktor yang mempengaruhi syarat kredit yaitu: sifat ekonomik produk, kondisi penjual, kondisi pembeli, periode kredit, potongan tunai dan tingkat bunga bebas resiko.
  3. Kebijakan Kredit Dan Pengumpulan Piutang

    Kebijakan kredit dan pengumpulan piutang meliputi beberapa keputusan sebagai berikut: potongan tunai, persyaratan khusus, tngkat pengeluaran untuk pengumpulan piutang.


Penelusuran yang terkait dengan pengertian piutang menurut para ahli

  • pengertian piutang menurut para ahli tahun 2015
  • pengertian piutang menurut para ahli 2016
  • pengertian piutang usaha menurut para ahli 2017
  • pengertian piutang tak tertagih menurut para ahli 2013
  • pengertian tagihan menurut para ahli
  • pengertian piutang wesel menurut para ahli
  • pengertian piutang pdf
  • piutang dalam arti sempit adalah klaim yang

0 Response to "Pengertian Piutang ( Ciri-Ciri, Jenis, Klasifikasi ) Lengkap"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel