Sunday, 14 October 2018

Manfaat dan Peranan Sosiologi dalam Masyarakat

 Manfaat Sosiologi

kampungilmu.web.id - Manfaat Sosiologi dalam masyarakat adalah untuk meneliti berbagai macam masalah dalam masyarakat dan membantu mencar jalan keluar yang paling efektif. Berikut beberapa manfaat Sosiologi.

1. Untuk Pembangunan

Memberikan data sosial yang diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembangunan.

a. Tahap Perencanaan

Perencanaan harus didasarkan pada pengertian yang mendalam tentang bagaimana kebudayaan berkembang dari taraf yang rendah ke taraf modern dan komplek.

b. Tahap Pelaksanaan

Pelaksanaan harus didasarkan pada kekuatan sosial dalam masyarakat serta proses perubahan sosialnya.

c. Tahap Penilaian

Penilaian dilakukan dengan analisis terhadap efek atau dampak sosial pembangunan tersebut.

2. Untuk Penelitian

Memberikan suatu perencanaan atau pemecahan

Masalah yang baik.

a. Jenis – jenis penelitian
Penelitian murni à mengembangkan ilmu pengetahuan secara teoritis.
Penelitian berpusat pada masalah à memecahkan masalah yang timbul dalam perkembangan teori.
Penelitian Terapan à memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat atau pemerintah.

b. Metode yang digunakan dalam pemecahan masalah
Metode Prefentif à Mencegah sebelum masalah terjadi.
Metode Represif à Setelah suatu gejala dapat dipastikan sebagai maslah, baru diambil tindakan untuk mengatasinya.

Baca Juga:

Pengertian, Contoh dan Ciri-ciri Kelompok Sosial Menurut Para Ahli



Peran Sosiologi

Sosiologi secara sederhana dapat diartikan suatu ilmu yang memperlajari tentang kemasyarakatan. Pelaku yang menerapkan Sosiologi kedalam kehidupan masyarakat dinamakan sosiolog. Berikut peran Sosiologi dalam masyarakat menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt.

1. Sosiolog Sebagai Ahli Riset
Seperti ilmuwan lainnya, para sosiolog menaruh perhatiannya pada pengumpulan dan penggunaan data. Sosiolog bekerja sama dengan menggunakan berbagai cara dalam mengembangkan ilmu sosiologi. Misalnya, sosiolog memimpin riset ilmiah dan kemudia mencari data tentang kehidupan sosial masyarakat, dan data kemudian diolah menjadi suatu karya ilmiah yang berguna bagi pengambil keputusan. Dengan demikian, seorang sosiolog harus mampu menjernihkan berbagai anggapan keliru yang berkembang dalam masyarakat. Dari hasil penelitiannya, sosiolog bisa menghadirkan kebenaran-kebenaran. Selain itu, dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh kekeliruan dalam masyarakat tersebut dapat dihindari. Oleh karena itu, seorang sosiolog bisa menghadirkan ramalan sosial berdasarkan pola-pola atau kecenderungan serta perubahan-perubahan yang paling mungkin terjadi.

2. Sosiolog Sebagai Konsultan Kebijakan
Berdasarkan ilmu, kajian-kajian, dan riset yang dilakukannya, sosiolog dapat memberikan masukan terhadap kebijakan untuk masyarakat yang akan diputuskan oleh para pengambil kebijakan, seperti pemerintah. Sosiolog membantu menganalisis serta memperkirakan pengaruh apa yang akan terjadi jika suatu kebijakan diambil dan diterapkan oleh pemerintah pada suatu masyarakat tertentu, ataupun pembangunan seperti apa yang cocok bagi suatu masyarakat. Artinya, agar kebijakan yang diambil memenuhi suatu harapan serta dapat menghasilkan pengaruh yang diinginkan.

3. Sosiolog Sebagai Teknisi
Beberapa sosiolog terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan masyarakat. Mereka memberi saran-saran, baik dalam penyelesaian berbagai masalah hubungan masyarakat, masalah moral, maupun hubungan antarkelompok dalam suatu lembaga masyarakat. Dalam kedudukan seperti ini, sosiolog bekerja sebagai ilmuwan terapan (applied scientist). Mereka dituntut untuk menggunakan pengetahuan ilmiahnya dalam mencari nilai-nilai tertentu, seperti efisiensi kerja atau efektivitas suatu program pembangunan atau suatu kegiatan masyarakat.

4. Sosiolog Sebagai Guru Atau Pendidik
Guru atau pendidik mempunyai tugas mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didiknya. Namun, tugas guru tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan, khususnya tugas guru dalam mengajarkan ilmu-ilmu sosial terutama sosiologi. Stereotip yang muncul dari pengajaran sosiologi adalah sosiologi terlalu bertele-tele, menjenuhkan, dan teorinya membingunkan. Stereotip negatif tersebut dapat membuat minat dan motivasi belajar peserta didik merosot. Oleh sebab itu, sosiolog yang menjadi guru sosiologi bertugas menjelaskan dan meluruskan tentang stereotip tersebut, disamping bisa terus mengembangkan dan menularkan ilmunya kepada siswa dengan baik. Berkaitan dengan tugasnya sebagai guru pendidik, seorang sosiolog dalam menyajikan fakta harus bersifat netral dan objektif. Contohnya, dalam menyajikan masalah kemiskinan, seorang sosiolog tidak boleh menciptakan anggapan sebagai pendukung suatu proyek tertentu atau mengubahnya sehingga terkesan reformis dan konservatif.

Related Posts

Manfaat dan Peranan Sosiologi dalam Masyarakat
4/ 5
Oleh