Sunday, 14 October 2018

Pengantar Akuntansi Jasa

kampungilmu.web.id - Bila di jalan motor Anda mengalami macet atau mogok, maka Anda akan mencari jasa bengkel untuk memperbaiki motor Anda. Jasa bengkel merupakan salah satu bentuk perusahaan jasa. Produk yang diberikan oleh perusahaan jasa tidak dapat secara nyata dipegang atau di bawa pulang, namun produk perusahaan jasa adalah pelayanan yang dapat Anda rasakan manfaatnya, dapt dinikmati, dan Anda dapat merasakan adanya kepuasan dari pelayaan tersebut. Berikut ada beberapa contoh bentuk perusahaan jasa beserta dengan produknya:

Nama Perusahaan
Produk
Garuda Indonesia
Jasa transportasi udara (perhubungan)
Bank Mandiri, Danamon, BRI, BNI, dll
Jasa perbankan
Telkom
Jasa komunikasi
Lembaga Bantuan Hukum
Jasa advokasi

Berdasarkan penjelasan di atas, tentunya Anda sudah dapat mengetahui ciri dari perusahaan jas. Perusahaan jasa memperoleh laba dengan menjual jasa. Jasa merupakan produk yang tidak dapat terlihat, tapi dapat dirasakan manfaatnya. Semisal, jasa dokter, jasa pengetikan, jasa ojek, jasa pengiriman paket dan jasa penitipan anak.

Untuk mengetahui apakah perusahaan jasa mengalami laba atau rugi, perlu melakukan proses siklus akuntansi dengan baik dan benar. Berikut gambaran secara umum siklus akuntansi, baik perusahaan jasa maupun perusahaan lainnya.

Transaksi => Pencatatan => Pengikhtisaran => Pelaporan

Bukti Pencatatan
Bukti pencatatan atau bukti transaksi berfungsi sebagai dasar untuk mencatat segala akitivitas transaksi keuangan ke dalam buku perusahaan. Setiap terjadi transaksi keuangan harus disertai dengan bukti transaksi. Berikut beberapa contoh bukti-bukti pencatatan transaksi:

1. Faktur

Faktur merupakan bukti transaksi keuangan yang dilakukan secara kredit. Penjual atau produsen akan mengirimkan bukti faktur kepada pembeli atau pelanggan dengan merinci harga, dan jumlah total yang harus dibayar dari produk yang dibelinya. Biasanya faktur akan dikirimkan setelah barang terkirim. Berikut contoh faktur:


2. Kuitansi

Kuitansi berfungsi sebagai bukti bahwa produsen atau penjual sudah menerima pembayaran uang.



3. Nota Debit dan Nota Kredit

Nota debit adalah bukti transaksi yang menjelaskan bahwa telah terjadi penambahan atas hasil transaksi sebelumnya. Untuk nota kredit menjelaskan sebaliknya, bahwa telah terjadi pengurangan atas hasil transaksi sebelumnya.

Contoh nota debit


Contoh nota kredit


Dengan adanya transaksi akan berpengaruh pada persamaan dasar akuntansi, baik berpengaruh terhadap aktiva, kewajiban dan modal. Walaupun terjadi perubahan, tapi keseimbangan persamaan akuntansi masih terjaga (jumlah aktiva sama dengan kewajiban ditambah ekuitas). Ini adalah pencatatan transaksi dengan sistem pembukuan berpasangan. Hal ini mengartikan bahwa setiap transaksi akan dilakukan pencatatan pada dua sisi yang berbeda, yaitu sisi debit dan kredit pada akun-akun yang terpengaruh.

Dasar pemikiran dari persamaan dasar akuntansi adalah aktiva sama dengan kewajiban ditambah ekuitas. Jadi, jika aktiva bertambah akan diikuti dengan bertambahnya debit dan begitu juga sebaliknya. Sisi debit tidak selalu terjadi penambahan, tapi bisa saja terjadi pengurangan. Sama halnya dengan sisi kredit bisa terjadi penambahan atau pengurangan.

Sebagai contoh:
Pada tanggal 8 Februari Tuan Victor menginvestasikan uang sebanyak Rp. 10.000.000 dan satu buah kendaraan dengan harga Rp. 20.000.000 untuk mendirikan sebuah perusahaan jasa bengkel dengan nomor bukti 001. Berikut analisa dari transaksi tersebut:

- Transaksi tersebut mempengaruhi akun kas (aktiva), kendaraan (aktiva) dan modal Tn. Victor (ekuitas).

- Ketiga akun kas, kendaraan, dan modal Tn. Victor menjadi bertambah

- Kas bertambah di catat di sisi debet, kendaraan bertambah dicatat di sisi debet, dan modal bertambah dicatat di sisi kredit.

- Kas dicatat sebesar Rp. 10.000.000,- kendaraan sebesar Rp. 20.000.000 dan modal Tuan Victor sebesar Rp. 30.000.000,- 

Contoh Soal Jurnal Umum Akuntansi

kampungilmu.web.id - Tuan Victor membangun sebuah perusahaan yang diberi nama PT. Victory, perusahaan tersebut bergerak dalam bidang pelayanan jasa transportasi. Berikut beberapa transaksi yang terjadi selama bulan Januari 2013:

2 Januari, Untuk mendirikan perusahaan, Tuan Victor menginvestasikan uangnya sebesar Rp.10.000.000,00 dan kendaraan seharga Rp. 20.000.000,00 nomor bukti 001

3 Januari, Pembelian perlengkapan secara tunai seharga Rp. 200.000,00 nomor bukti 002

4 Januari, Pembelian peralatan seharga Rp. 6.000.000, 00 yang sudah dibayar secara tunai sebanyak Rp. 1.000.000,00 dan sisanya akan dibayar 3 bulan lagi dengan nomor bukti 002A

6 Januari, Dibayar dimuka sewa gedung untuk operasional perusahaan sebesar Rp. 1.000.000,00 untuk masa satu tahun dengan nomor bukti 003

8 Januari, Dibayar rekening telepon, listrik, dan air untuk bulan ini Rp. 225.000,00 nomor bukti 004

11 Januari, Diterima pendapatan sebesar Rp. 2.500.000,00 dengan nomor bukti 005

13 Januari, Dibayar beban pemasangan iklan di harian Suara Merdeka untuk 6 kali penerbitan mingguan sebesar Rp. 250.000,00 nomor bukti 006

15 Januari, Dibayarkan premi asuransi Rp. 220.000,00 nomor bukti 007

18 Januari, Difakturkan tagihan terhadap Nona Amel atas biaya jasa yang telah diselesaikan sebesar Rp. 3.100.000,00 dengan nomor bukti 008

20 Januari, Menerima pinjaman dari pihak Bank Mandiri sebesar Rp. 7.000.000,00

24 Januari, Pengambilan uang tunai untuk keperluan pribadi oleh Tuan Victor sebesar Rp. 750.000,00 nomor bukti 010

26 Januari, Dibayar beban lain-lain Rp. 150.000,00 nomor bukti 011

28 Januari, Dibayar upah karyawan sebesar Rp. 700.000,00 nomor bukti 012

30 Januari, Dibayar untuk angsuran utang pembelian peralatan sebesar Rp. 400.000,00 nomor bukti 013

Berikut pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum:

Ketelitian dan ketepatan sangat diperlukan dalam menyusun jurnal umum akuntansi. Semoga salah satu contoh di atas dapat memberikan sedikit gambaran tentang cara menyusun dan menyelesaikan soal jurnal umum akuntansi.

Pengertian Jurnal Umum

kampungilmu.web.id - Pengertian jurnal atau buku harian adalah formulir khusus yang digunakan dalam mencatat setiap aktivitas transaksi secara kronologis sesuai urutan tanggal ke dalam jumlah yang harus di debet dan di kredit. Jurnal di dalam praktik akuntansi adalah tempat pertama kali untuk mencatat transaksi. Jurnal sendiri berasal dari bahasa Perancis (jour) artinya adalah hari.

Buku jurnal berguna untuk menganalisis bukti transaksi sebelum dicatat ke dalam akun. Memang akan lebih praktis apabila bukti transaksi langsung dicatat ke akun yang terpengaruh. Namun ada beberapa kelemahan yang dapat terjadi, diantaranya sulit menemukan kesalahan apabila terjadi kesalahan dalam pencatatan. Di samping itu juga tidak ada catatan mengenai terjadinya transaksi dalam suatu perusahaan. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi kelemahan-kelemahan tersebut maka pencatatan dilakukan dengan bertahap. Terlebih dahulu lakukan analisa dan pencatatan ke dalam buku jurnal sebelum bukti transaksi di catat pada akun.

Ada beberapa macam bentuk jurnal, pada dasarnya bentuk jurnal dibedakan menjadi duka, yakni jurnal umum dan jurnal khusu. Pada pembahasn kali ini kita akan fokus pada pembahasan jurnal umum. Jurnal umum adalah tempat untuk mencatat seluruh aktivitas transaksi keuangan tanpa terkecuali, sedangkan jurnal khusus adalah tempat untuk mencatat beberapa jenis transaksi tertentu yang berkaitan dengan jurnal khusus tersebut. Pada dasarnya pihak perusahaan bebas memilih pemakaian jenis buku jurnal, tapi ada baiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Dasar pemilihan penggunaan buku jurnal mempertimbangkan faktor efektivitas dan efisiensi bagi perusahaan.

Penjurnalan atau pencatatan transaksi pada jurnal umum adalah tahap kedua dalam siklus akuntansi setelah melakukan analisa terhadap bukti transaksi. Kegiatan pejurnalan adalah penggolongan semua transaksi ke dalam akun masing-masing. Sebagai contoh, Tuan Victor meyetorkan uang untuk modal PT. Victory. Dari kegiatan atau aktivitas ini akan berpengaruh pada dua akun yaitu akun kas (aktiva) dan modal Tuan Victor (ekuitas).

Dari penjelasan di atas, jurnal mempunyai beberapa fungsi:

1. Fungsi Historis

Artinya, setiap bukti transaksi dilakukan secara kronologis,urut, sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi.

2. Fungsi Mencatat
Artinya, semua transaksi jangan sampai ada yang tertinggal dicatat dalam buku jurnal.

3. Fungsi Analisis

Artnya, pencatatan pada jurnal adalah hasil analisis yang berwujud pendebitan dan pengkreditan akun-akun yang terpengaruh beserta jumlahnya.
4. Fungsi Instruktif
Artinya, catatan yang terdapat pada jurnal adalah perintah untuk melakukan pendebitan dan pengkreditan akun buku besar sesuai dengan catatan yang terdapat pada jurnal.

5. Fungsi Informatif

Artinya, fungsi dari jurnal adalah memberikan informasi atau penjelasan mengenai transaksi yang terjadi untuk dilakukan pencatatan.

Manfaat Jurnal Umum
Ada beberapa hal yang akan kita ketahui dalam proses pencatatan pada buku jurnal, diantaranya:

- Dianalisa untuk mengetahui apakah akan menimbulkan bertambah atau berkurangnya satu atau lebih suatu perkiraan.
- Dilakukan analisa untuk mengetahui jumlah yang akan dicatat pada satu atau lebih perkiraan.

- Dilakukan analisa untuk mengetahui berapa perkiraan yang akan di debet dan di kredit.

- Dilakukan analisa untuk mengetahui jumlah yang di debet dan di kredit harus sama.

- Dibuat referensi (tanda) untuk mengetahui suatu jumlah sudah dilakukan posting ke perkiraan yang tepat pada buku besar, sesuai nomor perkiraannya.

Bentuk Jurnal Umum

Keterangan:

1 : Diisi tahun, bulan, serta tanggal transaksi. Untuk tahun cukup ditulis sekali saja tiap halaman judul, kecuali ada pergantian tahun. Sama halnya dengan bulan.

2 : Diisi nomor bukti transaksi

3 : Diisi oleh akun yang akan didebet dan dikredit. Aturan untuk penulisan akun yang didebet di mulai dari kiri, dan akun kredit ditulis di bawahnya sedikit ke kanan.

4 : Kolom referensi diisi dengan kode akun yang angkanya sudah dipindahkan ke buku besar.

5 : Diisi nilai nominal akun yang didebet

6 : Diisi nilai nominal akun yang dikredit

7 : Penambahan keterangan singkat mengenai transaksi (tidak mutlak ada)
Setelah proses pencatatan transaksi pada buku besar selesai, kemudian siklus akuntansi yang berikutnya adalah pemindahan masing-masing akun ke dalam buku besar. Untuk lebih memahami pengerjaan dan pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum, bukalah halaman contoh soal jurnal umum.

Jurnal Umum Perusahaan Dagang

kampungilmu.web.id - Jurnal umum dan jurnal khusus berfungsi untuk mencatat semua transaksi keuangan yang timbul karena kegiatan perdagangan. Materi kali ini akan membahas mengenai pencatatan transaksi keuangan perusahaan dagang pada jurnal umum.

Dikatakan sebagai perusahaan dagang karena aktivitasnya usahanya hanya membeli dan menjual barang dagangan tanpa melakukan perubahan terhadap barang tersebut. Terdapat dua jurnal dalam perusahaan dagang (jurnal umum dan jurnal khusus).

Transaksi yang terjadi pada perusahaan dagang, diantaranya:

1. Pembelian barang dagangan
2. Penjualan barang dagangan
3. pengembalian barang dagangan yang dibeli atau dijual
4. Potongan atas pembelian atau penjualan

Nama-nama akun menjadi lebih banyak dan beragam:

- Kas
- Perlengakapan
- Piutang
- Peralatan
- Utang
- Penjualan
- Pembelian
- Retur pembelian
- Retur penualan
- Potongan pembelian
- Potongan penjualan

Terdapat dua metode untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan dagang:

1. Metode Fisik atau Periodik
Metode ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang menjual barang dagangannya dengan harga yang relatif lebih murah. Dalam metode ini, ketika mencatat transaksi pembelian barang dagang, akun persediaan barang tidak boleh dicatat di samping debet, dan tidak boleh di kredit ketika melakukan pencatatan transaksi penjualan barang dagangan.

Pada metode ini, jika terjadi transaksi pembelian barang dagangan maka akun pembelian akan dicatat di debet dan jika terjadi terjadi penjualan maka akun penjualan akan dicatat di kredit.

Dengan memakai metode periodik, pencatatan akan meliputi penjualan serta pemindah bukuan dikarenakan perubahan barang dagang yang dilakukan secara periodik. Oleh sebab itu, akun persediaan barang dagang akan menampung barang dagang dan pencatatan di dalam akun persediaan barang dagang dicatat secara periodik. Penyusunan tersebut lazimnya dilakukan di akhir periode penyusunan laporan keuangan. Pencatatan pada akun persediaan barang dagang akan dilakukan pada saat pencatatan penyesuaian.

Beberapa contoh akun-akun yang terdapat pada metode periodik:
  • Persediaan barang dagang
  • Pembelian
  • Potongan pembelian
  • Retur dan keringanan pembelian
  • Biaya angkut pembelian
  • Utang dagang
  • Penjualan
  • Potongan penjualan
  • Retur dan keringanan penjualan
  • Piutang dagang
  • Cadangan kerugian piutang tak tertagih
  • Biaya kerugian piutang tak tertagih
  • Harga pokok penjualan
Berikut pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum menggunakan metode fisik:

2. Metode Perpetual
Metode ini biasa digunakan oleh perusahaan yang menjual barang dagangannya dengan tarif yang relatif mahal. Dalam metode ini akan mendebet akun persediaan barang dagangan (sesuai harga beli / harga perolehan) apabila terjadi transaksi pembelian barang dagangan, dan jika terjadi transaksi penjualan makan akan mencatat akun persediaan barang dagangan di kredit (sebesar harga pokoknya).

Berikut pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum menggunakan metode perpetual:
Dari kedua metode pencatatan di atas, metode yang lebih mudah penyelenggaraannya adalah metode periodik. Namun, metode perpetual memiliki ketepatan dan kecepatan informasi yang lebih baik jika dibandingkan metode periodik. Persediaan akhir setiap saat dapat diketahui. Apapun metode yang digunakan, terapkanlah dengan konsisten.

Pengantar Akuntansi Dasar

kampungilmu.web.id - Pengertian sederhana dari akuntansi adalah suatu ilmu yang digunakan untuk mempelajari aktivitas pengeluaran dan pemasukan keuangan. Sedangkan pengertian akuntansi dalam artian luas adalah proses kegiatan jasa untuk mengolah data-data keuangan atau input yang nantinya akan menghasilkan informasi keuangan atau output dalam ukuran uang yang bermanfaat bagi beberapa pihak yang berkepentingan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Pihak-pihak yang membutuhkan informasi keuangan akuntansi adalah:
1. Pihak intern

Pihak intern adalah manajemen perusahaan, informasi keuangan sangat dibutuhkan oleh pihak manajemen perusahaan untuk mengetahui perkembangan keuangan perusahaan yang dikelolanya. Laporan keuangan aka dijadikan dasar penyusunan anggaran dan perumusan kebijakan ekonomi perusahaan.

Karyawan, informasi keuangan sebagai dasar untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam pemberian, gaji, fasilitas, bonus dan untuk menilai prospek perusahaan sehingga dapat dijadikan dasar untuk memutuskan akan tetap bekerja di perusahaan tersebut atau pindah.

2. Pihak ekstern

- Pemilik perusahaan, informasi keuangan dijadikan dasar untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dan sebagai dasar untuk menilai kinerja dari manajemen perusahaan.

- Bank atau Kreditur, informasi keuangan dijadikan dasar oleh pihak kreditur atau bank untuk menilai tingkat kesehatan suatu perusahaan yang akan dan telah melakukan pinjaman modal dan infromasi keuangan juga dijadikan dasar untuk mengetahui tingkat kemampuan debitur dalam mengembalikan kewajibannya (utang/pinjaman).

- Investor, informasi keuangan dijadikan dasar dalam berinvestasi. Apakah modal yang diinvestasikan dalam suatu perusahaan akan memberikan keuntungan atau tidak.

- Pemerintah, informasi keuangan digunakan sebagai dasar dalam penetapan besaran pajak yang akan dibayarkan oleh suatu perusahaan dan juga untuk mengetahui kemampuan suatu perusahaan dalam pemberian UMR karyawan serta pemberian fasilitas-fasilitas bagi karyawan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan peraturan yang berlaku.

3. Pihak-pihak lain

Pihak-pihak lainnya diantaranya mahasiswa yang membutuhkan informasi keuangan suatu perusahaan untuk menyusun skripsi, lembaga sosial sebagai dasar untuk menentukan suatu perusahaan yang akan dimintai untuk memberikan sumbangan atau donatur, dan calon relasi kerja untuk memutuskan apakah jadi bekerjasama atau tidak.

Mengenal Laporan Keuangan

Pada dasarnya informasi keuangan terdiri dari dua komponen pokok, yaitu laporan keuangan dan informasi keuangan lainnya, berikut penjelasan dalam gambar:


Laporan keuangan (accounting statements) adalah hasil yang diperoleh dari proses akuntansi keuangan yang bermanfaat dalam memberikan informasi keuangan bagi pihak intern dan ekstern suatu perusahaan. Laporan keuangan juga sebagai penghubung antara data keuangan (aktivitas perusahaan) dengan pihak yang berkepentingan.

Berikut beberapa daftar laporan keuangan:

1. Neraca (Balance Sheet)

Adalah suatu daftar laporan yang sistematis yang berisi ringkasan aktiva (assets), utang/kewajiban (liabilities), dan modal (equity) dari suatu perusahaan yang ditutup pada tanggal terakhir periode akuntansi.

2. Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Adalah laporan yang menunjukkan ringkasan penghasilan (pendapatan), biaya, rugi dan laba yang diperoleh perusahaan pada periode tertentu.

3. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Adalah laporan yang berhubungan dengan aliran kas masuk dan keluar dari suatu perusahaan dalam periode tertentu.

4. Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan ini bermanfaat dalam memberikan informasi tambahan, seperti tambahan informasi dalam neraca perhitungan laba rugi yang tidak bisa ditunjukan secara jelas, gunakanlah tanda kurung untuk menjelaskan secara langsung dalam laporan.

Penyusunan Laporan Keuangan

Siklus akuntansi adalah sebuah proses untuk menyediakan laporan keuangan suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu. Siklus ini menjelaskan dari awal terjadinya transaksi hingga proses penyajian laporan keuangan pada akhir periode akuntansi. Ada yang juga yang mengartikan bahwa siklus akuntansi adalah tahapan urutan transaksi serta proses peristiwa aktivitas akuntansi dari awal periode sampai akhir periode dengan tidak terputus, dalam artian berputar (siklus). Tahapan siklus akuntansi terdiri dari:

- Tahap pencatatan, mulai dari pencatatan awal dokumen transaksi, pencatatan jurnal, pemindahan akun ke buku besar, dan pencatatan dalam neraca saldo.

- Tahap pengikhtisaran, mulai dari pengikhtisaran dalam jurnal penyesuaian, jurnal pembalik dan neraca lajur.

- Tahap pelaporan, terdiri dari laporan keuangan, jurnal penutup, dan NSSD (Neraca Saldo Setelah Penutupan)

Berikut penjelasan siklus akuntansi dalam gambar:


Keterangan Gambar:

Langkah pertama proses akuntansi adalah melakukan survei untuk transaksi keuangan. Survei dilakukan terhadap bukti transaksi keuangan, diantaranya nota, memo, cek, bon, dll. Setelah melakukan survei kemudian melakukan perencanaan untuk menganalisa bukti transaksi. Langkah selanjutnya setelah melakukan analisa bukti transaksi adalah pencatatan transaksi dalam buku jurnal, dilanjutkan dengan pengelompokan transaksi keuangan pada buku besar (pemostingan), semua transaksi yang sudah dikelompokan akan dijumlah di dalam buku besar yang akan menghasilkan saldo debet dan kredit. Saldo inilah yang nantinya akan dimasukan ke dalam neraca saldo.

Langkah berikutnya adalah melakukan pencatatan data penyesuaian pada jurnal penyesuaian. Kemudian setelah melakukan penyesuaian pada jurnal penyesuaian langkah berikutnya adalah menyusun neraca lajur yang di dalamnya dihasilkan perhitungan neraca saldo disesuaikan, laba rugi dan neraca. Kemudian setelah menyusun neraca lajur, langkah berikutnta adalah menyusun laporan keuangan. Setelah menyusun laporan keuangan, langkah berikutnya adalah menyusun penutupan buku. Penutupan buku adalah persiapan untuk memasuki periode akuntansi berikutnya. Langkah berikutnya adalah pemostingan jurnal penyesuaian dan jurnal penutup ke dalam buku besar. Langkah terakhir setelah posting ke buku besar adalah pembuatan neraca saldo setelah penutupan dan jurnal pembalik.

Analisis laporan keuangan

kampungilmu.web.id - Laporan keuangan adalah suatu catatan informasi keuangan dari suatu perusahaan, institusi, atau lembaga dalam suatu periode akuntansi yang dapat dijadikan acuan dalam menilai kinerja suatu perusahaan. Laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang baik biasanya meliputi:

1. Neraca (Balance sheet)

Neraca disebut juga posisi keuangan, berarti neraca berguna untuk menggambarkan posisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu (a moment of time). Biasanya tanggal tertentu tersebut jatuh per 31 Desember. Posisi keuangan yang digambarkan adalah posisi harta, utang dan modal.

AKTIVA = KEWAJIBAN (UTANG) + MODAL

2. Laporan laba/rugi (Income Statement)

Pada dasarnya laporan laba rugi adalah laporan yang berisi tentang kemampuan atau kinerja perusahaan dalam memperoleh keuntungan pada suatu periode akuntansi. Unsur-unsur yang dijabarkan dalam laporan keuangan diantaranya unsur pendapatan dan beban-beban perusahaan yang nantinya akan menghasilkan laba atau rugi perusahaan.

3. Laporan arus kas (Cashflow)

Laporan arus kas menunjukkan adanya arus kas masuk dan arus kas keluar dari suatu perusahaan. Laporan arus kas disajikan selama periode tertentu dan diklasifikasikan sesuai dengan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan dengan cara yang paling tepat dengan bisnis perusahaan tersebut.

Tujuan analisa

Laporan keuangan akan semakin berarti bagi pihak yang berkepntingan apabila telah diperbandingkan untuk 2 periode atau lebih dan telah dilakukan analisa lebih lajut untuk memperoleh data yang akan mendukung dalam pengambilan keputusan. Analisa laporan keuangan dilakukan dengan melakukan penelaahan, mempelajari hubungan, serta tendensi atau kecenderungan (trend) yang akan membantu dalam menentukan posisi keuangan perusahaan dan hasil operasi perusahaan.

Faktor utama yang memperoleh perhatian khusus dalam analisis adalah

1. Likuiditas

Memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya pada saat dilakukan penagihan. Likuid diartikan suatu perusahaan dapat membayarkan kewajibannya dengan tepat waktu. Sedangkan illikuid diartikan suatu perusahaan yang tidak bisa dengan segera membayar kewajibannya ketika dilakukan penagihan.

2. Solvabilitas

Ini menunjukan kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajibannya pada saat perusahaan dilikuidasi, baik dalam jangka pendek atau panjang. Istilah “solvabel” berarti perusahaan mampu memenuhi semua kewajibannya ketika dilikuidasi. Sedangkan “insovabel” berarti jumlah aktiva suatu perusahaan kurang dari atau lebih kecil dari jumlah hutangnya.

3. Rentabilitas atau profitability

Penggunaan aktiva yang diperuntukan untuk menghasilkan laba dalam suatu periode tertentu. Untuk mengetahui rentabilitas dapat dilakukan dengan membandingkan antara laba dengan jumlah aktiva atau modal dalam suatu periode tertentu.

4. Stabilitas usaha

Menunjukkan kestabilan perusahaan dalam menjalankan usahanya, kestabilan ini dapat diukur dengan:

- Kemampuan dalam membayar beban bunga yang timbul karena utang perusahaan dan kemampuan perusahaan dalam melunasi utang tepat waktu.

- Kemampuan dalam membayarkan deviden tanpa adanya hambatan atau krisis keuangan perusahaan.

Metode dan Teknik Analisa

Fungsi dari metode dan teknik analisa adalah untuk mengukur keterikatan atau hubungan akun-akun yang ada pada laporan, hal ini membantu mengetahui perubahan yang terjadi pada masing-masing akun apabila diperbandingkan dengan:

1. Laporan yang diperoleh dari beberapa periode (analisis historis)

2. Laporan keuangan yang telah dibudgetkan (analisa variance)

3. Laporan keuangan pada perusahaan lainnya (analisa rata-rata industri)

Setiap metode dan teknik analisa mempunyai tujuan untuk menyederhanakan data sehingga lebih mudah untuk dipahami.

Beberapa macam metode analisa:

1. Analisa Horisontal (analisa dinamis)

Metode ini menggunakan metode perbandingan laporan keuangan dalam beberapa periode, sehingga perkembangannya akan diketahui.

2. Analisa Vertikal (analisa statis)

Metode ini akan menghasilkan analisa dalam satu periode saja dan tidak mengetahui perkembangannya. Analisa ini akan memperbandingkan antar akun pada laporan keuangan, oleh sebab itu yang akan diketahui hanya keadaan keuangan dan hasil operasi ketika periode itu saja.

Berikut beberapa teknik analisa yang digunakan dalam analisis laporan keuangan:

1. Analisa perbandingan laporan keuangan

Analisa ini akan melakukan perbandingan laporan keuangan dalam dua periode atau lebih dengan cara menunjukkan:

- Data absolut (jumlah-jumlah satuan mata uang)

- Kenaikan dan penurunan pada satuan mata uang

- Kenaikan dan penurunan pada persentase

- Perbandingan yang dinyatakan dalam rasio

- Persentase total

Metode ini akan membantu dalam mengetahui perubahan yang terjadi dan perubahan mana yang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

2. Trend atau Tendensi

Untuk mengetahui tentang kemajuan perusahaan dan tendensi posisi perusahaan yang dinyatakan dalam bentuk persentase atau tren percentage analysis, apakah posisi tendensi tetap, naik atau turun.

3. Analisa sumber dan penggunaan modal kerja

Digunakan untuk mengetahui sumber-sumber modal kerja, penggunaan dan perubahan modal kerja pada periode tertentu.

4. Laporan persentase per komponen (common size statement)

Berguna untuk mengetahui besarnya persentase investasi di masing-masing aktiva, mengetahui komposisi beban, struktur permodalan yang dikaitkan dengan jumlah penjualannya.

5. Analisa sumber dan penggunaan kas (cash flow statement analysis)

Matode analisa ini membantu mengetahui dari mana sumber-sumber dan uang kas digunakan, serta mengetahui perubahan dari jumlah uang kas pada periode tertentu.

6. Analisa Ratio

Dengan metode analisa ini akan mengetahui hubungan antara akun-akun tertentu pada neraca.

7. Analisa perubahan laba kotor (gross profit analysis)

Untuk mengetahui penyebab terjadinya perubahan laba kotor perusahaan dari satu periode ke periode berikutnya, atau perubahan laba kotor dalam periode tertentu dengan laba yang telah dibudgetkan dalam periode tersebut.

8. analisa titik impas (break even point)

Berguna untuk menganalisa pencapaian tingkat penjualan supaya perusahaan tidak mengalami kerugian, namun juga tidak mendapatkan keuntungan. Analisa BEP akan mengetahui berbagai tingkat kerugian atau keuntungan dalam berbagai tingkat penjualan.

Cara Membuat Laporan Keuangan

kampungilmu.web.id - Laporan keuangan adalah suatu laporan yang berguna untuk menyampaikan informasi keuangan yang dapat dipercaya kepada pihak yang berkepentingan. Laporan keuangan memuat beberapa hal, diantaranya harta, utang, modal, dan semua pendapatan yang diperoleh serta beban-beban yang dikeluarkan perusahaan pada periode tertentu dalam rangka untuk mendapatkan laba atau keuntungan.

Berikut tujuan pembuatan laporan keuangan suatu perusahaan:

1. Memberikan informasi keuangan mengenai aktiva, kewajiban, dan modal suatu perusahaan yang dapat dipercaya.

2. Memberikan informasi yang bisa dipercaya tentang perubahan aktiva bersih atau neto (aktiva yang telah dikurangi kewajiban) suatu perusahaan.

3. Memberikan informasi keuangan yang digunakan oleh pemakai laporan untuk menaksirkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.

Penyusunan laporan keuangan biasanya akan dimulai dari laporan laba rugi, laporan perubahan modal, neraca, dan laporan arus kas. Berikut penjelasan masing-masing laporan keuangan tersebut:

Laporan Laba Rugi
Laporan mengenai kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba atau keuntungan. Di dalam laporan ini akan disajikan seluruh pendapatan dan beban-beban atau pengeluaran suatu perusahaan dalam satu periode akuntansi. Apabila pendapatan perusahaan lebih besar dari pengeluarannya, maka dapat dikatan perusahaan mengalami laba. Dan sebaliknya apablia perusahaan pengeluarannya lebih besar dari pendapatannya, maka dapat dikatakan perusahaan mengalami kerugian. Ada beberapa hal yang harus termuat dalam penyusunan laporan laba rugi:

1. Nama perusahaan harus dituliskan

2. Jenis laporan harus dituliskan, dalam hal ini jenis laporannya adalah laporan laba/rugi

3. Menyajikan atau menuliskan periode laporan

4. Menyajikan atau menuliskan seluruh pendapatan dan beban secara rinci dan lengkap. Penulisan beban diawali dari beban yang jumlahnya paling besar sampai yang terkecil, kecuali untuk beban lain-lain dituliskan paling bawah. 

Ada dua cara untuk menyusun laporan laba rugi, yaitu dengan cara single step (bentuk tunggal/langsung) dan multiple step (bentuk ganda/bertahap). Berikut akan dibahas bentuk laporan keuangan single step:


Laporan Perubahan Modal 
Laporan perubahan modal memiliki kaitan yang sangat erat dengan laporan laba rugi. Hal ini dikarenakan laba bersih yang terdapat pada laporan laba rugi akan menambahakun modal, sebaliknya jika rugi akan mengurangi modal. Yang dimaksud laporan perubahan modal adalah suatu ikhtisar perubahan modal yang terjadi dalam periode tertentu.

Komponen-komponen yang terdapat dalam laporan laba rugi adalah:

1. Modal awal, modal yang dimiliki pada awal tahun

2. Tambahan investasi pemilik, setoran tambahan dari pemilik yang terjadi selama satu periode akuntansi.

3. Laba atau rugi, hasil yang diperoleh perusahaan dalam satu periode akuntansi.

4. Pengambilan pribadi, uang yang diambil oleh pemilik untuk keperluan pribadi.

5. Modal akhir, modal yang terdapat di akhir tahun.

Catatan: laba bersih yang terdapat dalam laporan perubahan modal harus sama dengan jumlah laba bersih yang ada pada laporan laba rugi.

Berikut contoh penyusunan laporan perubahan modal:
Neraca 

Neraca berisa tentang posisi harta, utang, dan modal perusahaan yang disusun dengan sistematis dalam suatu periode akuntansi. Ada dua macam bentuk penyajian neraca, yaitu bentuk skontro (horizonta) dan bentuk stafel (laporan). Berikut contoh penyajian neraca dalam bentuk skontro: 


Laporan Arus Kas 

Laporan ini menunjukkan adanya aliran kas masuk dan kas keluar suatu perusahaan. Berikut contoh laporan arus kas:
Keterangan:

Untuk penerimaan kas dari pelanggan diperoleh dari pendapatan yang diterima perusahaan sebesar Rp. 4.000.000 yang dicatat di dalam jurnal umum, sedangkan saldo kas awal periode diperoleh dari setoran awal pemilik perusahaan sebesar Rp. 5.000.000 yang dicatat dalam jurnal umum. Bagi Anda yang kurang memahami tentang penyusunan jurnal umum, berikut contoh latihan penyusunan jurnal umum.

Contoh Soal Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan akuntansi dipakai untuk menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan. Jelas saja adanya transaksi akan berpengaruh terhadap posisi keuangan perusahaan. Baik berupa penambahan atau pengurangan beberapa komponen persamaan akuntansi. Perubahan beberapa komponen dalam persamaan akuntansi dapat dikelompokan seperti berikut:

1. Perubahan aktiva akan diikuti dengan perubahan aktiva lain dalam jumlah yang sama.

2. Perubahan aktiva akan diikuti dengan perubahan kewajiban (utang) atau sebaliknya dalam jumlah yang sama.

3. Perubahan aktiva akan diikuti dengan perubahan ekuitas (modal) dalam jumlah yang sama.

4. Perubahan aktiva akan diikuti dengan perubahan kewajiban (utang) dan ekuitas (modal) dalam jumlah yang sama.

Pencatatan Transaksi Keuangan ke Dalam Persamaan Akuntansi

Transaksi keuangan akan mengakibatkan perubahan pada beberapa komponen persamaan akuntansi. Perubahan tersebut setidaknya akan menyangkut dua komponen. Berikut penjelasan tentang pencatatan transaksi dalam persamaan dasar akuntansi:

Tuan Victor pada tanggal 1 Januari 2013 mendirikan perusahaan jasa yang diberi nama PT. Victory Jaya. Berikut uraian transaksi yang terjadi selama bulan tersebut:

1. Tanggal 1 Januari Tuan Victor menyetorkan sejumlah uang tunai sebagai modal usaha sebesar Rp. 7.500.000,00

2. Tanggal 5 Januari Tn. Victor meminjam sejumlah uang dari BRI untuk tambahan modalnya sebesar Rp. 5.500.000,00

3. Tanggal 6 Januari Tn. Victor membayar dengan uang tunai untuk sewa gedung sebesar Rp. 400.000,00

4. Tanggal 7 Januari membeli perlengkapan sebanyak Rp. 2.500.000,00

5. Tanggal 9 Januari membeli secara tunai peralatan sebesar Rp. 7.000.000,00

6. Tanggal 10 Januari menerima pendapatan jasa atas pekerjaan yang sudah diselesaikan sebesar Rp. 4.000.000,00

7. Tanggal 12 Januari perlengkapan menjadi berkurang karena dipakai sebanyak Rp. 1.500.000,00

8. Tanggal 13 Januari dibayar gaji karyawan sebesar Rp. 200.000,00

9. Tanggal 15 Januari membayar beban angsuran pinjaman dari bank sebanyak Rp. 850.000,00 dan beban bunga sebesar Rp. 74.300,00

10. Tanggal 28 Januari Tn. Victor mengambil uang untuk keperluan pribadi sebesar Rp. 475.000,00

Penyelesaian:

Pada dasarnya soal persamaan dasar akuntansi di atas sangat mudah dipahami. Yang dibutuhkan hanyalah ketelitian dan kejelian dalam mengerjakan soal. Semoga contoh di atas dapat memberikan gambaran penyelesaian soal persamaan dasar akuntansi.