Cara Membuat Laporan Keuangan lengkap dengan contohnya [ LENGKAP ]

Laporan Keuangan: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Via: Ilmuips.my.id
Laporan keuangan adalah suatu laporan yang berguna untuk menyampaikan informasi keuangan yang dapat dipercaya kepada pihak yang berkepentingan. Laporan keuangan memuat beberapa hal, diantaranya harta, utang, modal, dan semua pendapatan yang diperoleh serta beban-beban yang dikeluarkan perusahaan pada periode tertentu dalam rangka untuk mendapatkan laba atau keuntungan.
 
 
 

Tujuan Laporan Keuangan


Pada umumnya, tujuan dari pembuatan laporan keuangan ini tak lain guna menunjukan mengenai informasi apa yang akan dihasilkan oleh akuntansi keuangan.
Dalam tujuan itu, tak disebutkan secara detail ditujukan ke siapa informasi keuangan itu. Tetapi, secara implisit bisa disimpulkan bahwa yang dituju merupakan pihak investor dan kreditor.
Menurut pendapat dari PAI, tujuan dari pembuatan laporan keuangan terdiri atas lima tujuan, antara lain:
  1. Menyajikan informasi yang dapat dipercaya perihal aktiva serta kewajiban dan kapital atau modal perusahaan.
  2. Menyajikan laporan yang dapat dipercaya mengenai perubahan aktiva netto perusahaan yang timbul akibat adanya aktivitas usaha untuk mendapatkan laba.
  3. Menyajikan suatu informasi pada pengguna laporan guna memperkirakan potensi keuntungan dari perusahaan.
  4. Menyajikan suatu informasi penting lainnya yang meliputi kegiatan pendanaan investasi.
  5. Menyajikan informasi lebih dalam padapemakai laporan yang masih ada hubunganya dengan keuangan. Contohnya mengenai kebijakan keuangan yang dianut oleh perusahaan.
Menurut Kasmir (2014:10), tujuan dari pembuatan laporan keuangan terdiri atas tujuh tujuan, antara lain:
  1. Menyajikan informasi mengenai jenis serta jumlah aktiva (harta) yang dipunyai perusahaan pada masa sekarang.
  2. Menyajikan informasi mengenai jenis serta jumlah kewajiban dan juga modal yang dipunyai perusahaan pada waktu ini.
  3. Menyajikan informasi mengenai jenis serta jumlah pendapatan yang didapatkan dalam suatu periode tertentu.
  4. Menyajikan informasi mengenai jumlah biaya serta jenis biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu.
  5. Menyajikan informasi mengenai berbagai perubahan yang berlangsung kepada aktiva, pasiva, serta modal perusahaan.
  6. Menyajikan informasi mengenai kinerja manajemen perusahaan dalam suatu perode.
  7. Menyajikan informasi mengenai berbagai catatan atas laporan keuangan.
Sementara untuk tujuan kualitatif terdapat syarat yang harus di penuhi agar mampu meraih tujuan laporan keuangan itu sendiri. Diantaranya yaitu:
  1. Relevan
  2. Dapat dimengerti
  3. Daya uji
  4. Netral
  5. Tepat waktu
  6. Daya banding
  7. Lengkap

 

Fungsi Laporan Keuangan


Pada umumnya, fungsi daro laporan keuangan ini adalah sebagai alat untuk membantu perusahaan dalam menilai keadaan keuangan perusahaan.
Adapun beberapa fungsi lainnya dari laporan keuangan ini, diataranya ialah sebagai berikut:
1. Sebagai Media Review
Financial statement bisa menyajikan informasi atau data yang komprehensif mengenai kedudukan keuangan perusahaan.
Hal tersebut dapat menjadi ulasan tentang keadaan perusahaan secara menyeluruh, terutama keadaan keuangan (aset, utang, biaya operasional, dan yang lainnya).

2. Sebagai Pedoman Membuat Keputusan
Salah satu fungsi paling penting dalam pembuatan laporan tentang keadaan keuangan perusahaan yaitu sebagai media pertimbangan dalam pengambilan keputusan penting untuk perusahaan.

3. Membantu Menciptakan Strategi Baru
Financial statement juga bisa digunakan dalam membuat strategi baru oleh perusahaan dalam usaha menaikan performa usahanya.

4. Meningkatan Kredibilitas Perusahaan
Perusahaan yang membuat financial statement akan menunjukkan bahwa perusahaan itu sudah menerapkan sebuah sistem perekapan data yang terpercaya, akurat, serta tidak sembarangan dalam pengambilan keputusan.
Para pemegang saham tentu akan lebih percaya untuk menginvestasikan uang mereka terhadap perusahaan yang dipercaya dan mempunyai kredibilitas yang baik.
Manfaat Laporan Keuangan menurut Fahmi (2012:5):
“Dengan terdapatnya laporan keuangan yang disediakan oleh pihak manajemen perusahaan maka akan sangat membantu pihak pemegang saham dalam proses pengambilan keputusan, serta sangat bermafaat dalam melihat keadaan pada saat ini ataupun dijadikan sebagai alat untuk memprediksi keadaan masa yang akan datang”.
 

Berikut tujuan pembuatan laporan keuangan suatu perusahaan:

1. Memberikan informasi keuangan mengenai aktiva, kewajiban, dan modal suatu perusahaan yang dapat dipercaya.

2. Memberikan informasi yang bisa dipercaya tentang perubahan aktiva bersih atau neto (aktiva yang telah dikurangi kewajiban) suatu perusahaan.

3. Memberikan informasi keuangan yang digunakan oleh pemakai laporan untuk menaksirkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.

Penyusunan laporan keuangan biasanya akan dimulai dari laporan laba rugi, laporan perubahan modal, neraca, dan laporan arus kas. Berikut penjelasan masing-masing laporan keuangan tersebut:

Laporan Laba Rugi
Laporan mengenai kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba atau keuntungan. Di dalam laporan ini akan disajikan seluruh pendapatan dan beban-beban atau pengeluaran suatu perusahaan dalam satu periode akuntansi. Apabila pendapatan perusahaan lebih besar dari pengeluarannya, maka dapat dikatan perusahaan mengalami laba. Dan sebaliknya apablia perusahaan pengeluarannya lebih besar dari pendapatannya, maka dapat dikatakan perusahaan mengalami kerugian. Ada beberapa hal yang harus termuat dalam penyusunan laporan laba rugi:

1. Nama perusahaan harus dituliskan

2. Jenis laporan harus dituliskan, dalam hal ini jenis laporannya adalah laporan laba/rugi

3. Menyajikan atau menuliskan periode laporan

4. Menyajikan atau menuliskan seluruh pendapatan dan beban secara rinci dan lengkap. Penulisan beban diawali dari beban yang jumlahnya paling besar sampai yang terkecil, kecuali untuk beban lain-lain dituliskan paling bawah. 

Ada dua cara untuk menyusun laporan laba rugi, yaitu dengan cara single step (bentuk tunggal/langsung) dan multiple step (bentuk ganda/bertahap). Berikut akan dibahas bentuk laporan keuangan single step:


Laporan Perubahan Modal 
Laporan perubahan modal memiliki kaitan yang sangat erat dengan laporan laba rugi. Hal ini dikarenakan laba bersih yang terdapat pada laporan laba rugi akan menambahakun modal, sebaliknya jika rugi akan mengurangi modal. Yang dimaksud laporan perubahan modal adalah suatu ikhtisar perubahan modal yang terjadi dalam periode tertentu.

Komponen-komponen yang terdapat dalam laporan laba rugi adalah:

1. Modal awal, modal yang dimiliki pada awal tahun

2. Tambahan investasi pemilik, setoran tambahan dari pemilik yang terjadi selama satu periode akuntansi.

3. Laba atau rugi, hasil yang diperoleh perusahaan dalam satu periode akuntansi.

4. Pengambilan pribadi, uang yang diambil oleh pemilik untuk keperluan pribadi.

5. Modal akhir, modal yang terdapat di akhir tahun.

Catatan: laba bersih yang terdapat dalam laporan perubahan modal harus sama dengan jumlah laba bersih yang ada pada laporan laba rugi.

Berikut contoh penyusunan laporan perubahan modal:
Neraca 
Neraca berisa tentang posisi harta, utang, dan modal perusahaan yang disusun dengan sistematis dalam suatu periode akuntansi. Ada dua macam bentuk penyajian neraca, yaitu bentuk skontro (horizonta) dan bentuk stafel (laporan). Berikut contoh penyajian neraca dalam bentuk skontro: 
Laporan Arus Kas 
Laporan ini menunjukkan adanya aliran kas masuk dan kas keluar suatu perusahaan. Berikut contoh laporan arus kas:
Keterangan:
Untuk penerimaan kas dari pelanggan diperoleh dari pendapatan yang diterima perusahaan sebesar Rp. 4.000.000 yang dicatat di dalam jurnal umum, sedangkan saldo kas awal periode diperoleh dari setoran awal pemilik perusahaan sebesar Rp. 5.000.000 yang dicatat dalam jurnal umum. Bagi Anda yang kurang memahami tentang penyusunan jurnal umum, 
 Penelusuran yang terkait dengan Laporan Keuangan

  • laporan keuangan akuntansi
  • materi laporan keuangan
  • contoh laporan keuangan lengkap
  • contoh laporan keuangan sederhana
  • laporan keuangan perusahaan
  • jenis laporan keuangan
  • contoh laporan keuangan perusahaan jasa
  • jenis dan bentuk laporan keuangan

0 Response to "Cara Membuat Laporan Keuangan lengkap dengan contohnya [ LENGKAP ]"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel