Pengertian Atom ( Massa, Gaya, Muatan ) Materi Lengkap

Di dalam alam jagad raya ini terdapat beberapa partikel penyusun dari suatu unsur yang tidak kita lihat dan kita rasakan kehadirannnya namun memang ada.Di dalam menyusun suatu unsur ini banyak partikel pendukungnnya dengan ukurannya yang sangat kecil dan tidak dapat kita lihat dengan mata telanjang atau kita lihat tanpa bantuan dari alat utnuk melihat benda-benda kecil.
Dengan menggunakan alat tersebut kita dapat melihat partikel-partikel kecil yang di antaranya adalah atom. Atom sendiri memiliki ukuran yang sangat kecil dan banyak sekali jumlahnya. Untuk mengerti tentang apa itu atom akan di jelaskan sebagai berikut.

Pengertian Atom

Atom merupakan suatu kata yang berasal dari bahasa yunani yaitu adalah atmos dengan arti tidak dapat di potong kembali. Maka dari itu atom merupakan suatu partikel penyusun semua benda dengan ukurannya yang sangatlah kecil. Di dalam atom sendiri terdapat beberapa sub atom yaitu partikel yang menyusun atom dengan ukuranya yang sangat kecil.
Akan sulit bagi kita semua ketika membayangkan seberapa kecilnya atom ini, karena titik yang ada di akhir kalimatini memiliki panjang 20 juta atom. Di setiap atomnya terdapat inti yang di dalamnya terdiri dari proton dan uga neutron, dan electron yang ada dan bergeraknya di sekitar inti.
Setiap electron ini memiliki muatan atau tingkatan energy yang berbeda yang dapat di sebut sebagai kulit. Setiap kulitnya memiliki betas an jumlah untuk elektronnya apabila suatu electron yang ada di kulit pertama sudah dapat memenuhi batas maka electron tersebut akan dapat memenuhi kulit kedua dan seterusnya.

Massa Atom

Atom yang ada di dalam unsur berbeda memiliki massa yang bervasiasi juga. Massa itu akan tergantung kepada jumlah dari proton dan neutron yang ada di dalam inti atom. Ketika suatu atom hydrogen memiliki satu saja proton dan tidak memiliki neutron juga maka akan hanya memiliki massa atom satu. Dengan semakin besarnya massa atom maka akan semakin kecil atom tersebut.

Gaya Atom

Gaya atom, electron yang memiliki muatan negative akan tetap berada di dalam orbit dengan mengelilingi inti yang memiliki muatan positif dengan menggunakan gaya elektromagnetik. Gaya Tarik dari inti yang dapat menjaga proton dan juga neutrin dapat tetap beda di dalam inti atom dengan menggunakan gaya yang paling kuat di alam semesta ini. Gayanya yang seratus kali lebih kuat jika di bandingkan dengan gaya elektromagnetik.

Nomor Atom

Atom yang berasat dari zat berbeda memiliki suatu jumlah proton yang berbeda juga. Jumlah itu dapat di sebut dengan nomor atom. Jeka jumlah dari proton di dalam inti atom berubah makan si atom tersebut akan berubah pula menjadi atom yang memiliki sifat berbeda dari yang sebelumnya.

Muatan Listrik

Dari kebanyakan atom yang ada di dalamnya memiliki muatan listrik yang bersifat netral yang artinya jumlah dari proton dengan muatan positif dan jumlah dari electron dengan muatan negative sama jumlahnya. Muatan yang saling memiliki gaya Tarik menarik akan saling meniadakan.

Bentuk Atom

Atom berbentuk sangat variasi dengan sebuatannya yaitu isotope. Setiap masing-masing bentuk atom terdapat jumlah proton dan juga electron yang sama akan tetapi jumlah dari neutronnya yang berbeda. Maka semua isotope yang ada di atom memiliki nomor atom yang sama akan tetapi nomor massa yang berbeda.
Isotope sendiri memiliki suatu sifat yang saa akan tetapi sifat dari kimianya yang berbeda. Dengan sebagian besar atom yang ada di dalam sautu unsur adalah satu jenis unsur.


Partikel Penyusun Atom

Apakah Anda pernah menggosok-gosokkan penggaris plastik ke rambut kering dan mendekatkannya ke potongan kertas kecil-kecil? Jika pernah apa yang terjadi? Ya, penggaris tersebut menarik potongan-potongan kertas. Bagi yang belum pernah melakukannya, cobalah! Maka Anda akan melihat penggaris tersebut menarik potongan kertas. Kenapa hal itu bisa terjadi?
Peristiwa tersebut membuktikan bahwa penggaris memiliki sifat listrik, karena penggaris merupakan materi yang tersusun atas atom-atom. Dengan demikian dapat disimpulkan pula bahwa atom memiliki sifat listrik. Penyelidikan mengenai sifat kelistrikan atom telah dilakukan selama bertahun-tahun oleh beberapa ahli, di antaranya J.J. TThompson, Eugen Goldstein, Rutherford, dan Bathe & Becker.

1. Elektron

Tabung sinar katode (Gambar ini diambil dari akun Flickr Micah Sittig dan berlisensi CC BY 2.0)
Sir William Crookes (1879) melakukan percobaan sinar katode. Dalam percobaannya, Crookes menggunakan alat yang disebut tabung sinar katode atau disebut juga tabung Crookes.
Jika tabung sinar katode dihubungkan dengan sumber arus searah tegangan tinggi maka katode akan memancarkan berkas sinar menuju anode. Sinar itu dinamakan sinar katode. George Johnstone Stoney (1891) mengusulkan nama sinar katode dengan “elektron”.
Joseph John Thomson (1897) melanjutkan eksperimen William Crookes dan menemukan bahwa sinar katode dapat dibelokkan ke arah kutub positif medan listrik. Hal ini membuktikan terdapat partikel bermuatan negatif dalam suatu atom.
Pembelokan sinar katode oleh medan listrik
Besarnya muatan dalam elektron ditemukan oleh Robert Andrew Milikan (1908) melalui percobaan tetes minyak Milikan. Dari hasil Milikan dan Thomson diperoleh muatan elektron -1 dan massa elektron 0.

2. Proton

Jika massa elektron itu 0 (nol), bagaimana mungkin partikel materi dapat memiliki massa jika hanya terdapat elektron saja? Selain itu, jika muatan elektron itu -1, bagaimana mungkin atom bersifat netral jika hanya ada elektron saja?
Eugene Goldstein (1886) membuktikan keberadaan proton melalui percobaan tabung Crookes yang dimodifikasi. Tabung Crookes diisi dengan gas hidrogen tekanan rendah (lihat gambar di samping). Hasil eksperimen membuktikan bahwa pada saat terbentuk elektron yang menuju anode, terbentuk pula sinar positif yang menuju arah berlawanan melewati lubang pada katode. Setelah berbagai gas dicoba dalam tabung ini, ternyata gas hidrogen-lah yang menghasilkan sinar muatan positif yang paling kecilbaik massa maupun muatannya. Sehingga partikel ini disebut dengan “proton”. Massa proton adalah 1 sma (satuan massa atom) dan muatan proton adalah +1.

3. Inti Atom


Setelah penemuan proton dan elektron, Ernest Rutherford melakukan penelitian penembakan lempeng tipis emas (lihat gambar disamping). Jika atom terdiri dari partikel yang bermuatan positif dan negatif, seharusnya sinar alfa yang ditembakkan tidak ada yang menembus lempeng sehingga muncullah istilah “inti atom”. Ernest Rutherford dibantu oleh Hans Geiger dan Ernest Marsden (1911) menemukan konsep inti atom didukung oleh penemuan Sinar X oleh WC. Rontgen (1895) dan penemuan zat radioaktif (1896).

4. Neutron

Hasil percobaan Rutherford pada penelitian penembakan lempeng emas di atas menyatakan bahwa atom tersusun dari inti atom bermuatan positif dan dikelilingi elektron yang bermuatan negatif, sehingga atom bersifat netral. Massa inti atom tidak seimbangdengan massa proton yang ada di dalam inti atom. Sehingga dapat diprediksi ada partikel lain dalam inti atom. Prediksi tersebut memacu W. Bothe dan H. Becker (1930) melakukan eksperimen penembakan partikel alfa pada inti atom berilium (Be) dan dihasilkan radiasi partikel berdaya tembus tinggi. Eksperimen ini dilanjutkan oleh James Chadwick (1932).  Ternyata partikel yang menimbulkan radiasi tersebut bersifat netral dan massanya hampir sama dengan proton. Partikel ini disebut “neutron”.





Penelusuran yang terkait dengan Pengertian Atom

  • pengertian atom menurut para ahli
  • contoh atom
  • atom adalah
  • teori atom bohr
  • pengertian atom dan struktur atom
  • pengertian proton
  • pengertian atom dan contohnya
  • model atom

0 Response to "Pengertian Atom ( Massa, Gaya, Muatan ) Materi Lengkap"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel