Bentuk dan Ciri-ciri Peninggalan Hindu-Buddha ( Artikel Lengkap )

Via : kampoengartikel.web.id
Bentuk dan Ciri-ciri Peninggalan Hindu-Buddha di Indonesia. Munculnya pengaruh budaya India di Indonesia diperkirakan telah ada sejak abad ke-5 Masehi. Hal ini berkaitan dengan ditemukannya tujuh buah batu bertulis (yupa) di Kutai, Kalimantan Timur. Yupa yang ditulis dalam bahasa Palawa dan huruf Sanskerta berisikan tentang kisah Kerajaan Kutai yang telah banyak menerima pengaruh Hindu. Bangsa Indonesia mempunyai banyak peninggalan sejarah. Peninggalan-peninggalan tersebut dikelompokkan menjadi tiga, yaitu sumber lisan, tertulis, dan benda bangunan. Berikut Peninggalan Sejarah Hindu dan Buddha :


a. Seni Bangunan
1) Candi
Candi adalah bangunan yang terbuat dari batu bersusun yang berfungsi sebagai tempat
penyimpanan abu jenazah raja. Candi dalam agama Hindu berfungsi sebagai pemakaman. Sedangkan dalam agama Buddha, candi berfungsi sebagai tempat pemujaan dewa. Kata candi berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu Candikagerha, yang berarti rumah Candika. Dalam kepercayaan Hindu, Candika adalah salah satu nama dari Dewi Durga atau Dewi Kematian. Bangunan candi bersusun bertingkat terdiri dari tiga bagian, yaitu kaki, tubuh, dan atap. Terdapat perbedaan sangat menonjol candi-candi yang di ada Indonesia. Ada ciri-ciri khas (langgam) di antara candi yang berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, seperti berikut ini.
No.Candi langgam Jawa TengahNo.Candi langgam Jawa Timur
1.Bentuk bangunannya tambun.1.Bentuk bangunannya ramping.
2.Atapnya bertingkat-tingkat2.Atapnya berbentuk piramida jenjang
3.Puncaknya berbentuk ratna atau stupa.3.Puncaknya berbentuk kubus.
4.Letak candi di tengah halaman4.Letak candi di bagian belakang halaman
5.Pada umumnya menghadap ke arah timur5.Pada umumnya menghadap ke arah barat
6.Kebanyakan bahan candi dari batu andesit. (batu sungai),6.Kebanyakan bahan candi dari bata merah
7.Relief timbulnya agak tinggi dan sifatnya naturali7.Relief timbulnya tidak menonjol, bersifat simbolis
8.Berhiaskan kala mangkara di atas pintu
masuk atau relung.
8.Tidak ada hiasan kala mangkara di atas pintu masuk.

Perhatikan nama-nama candi berlanggam Jawa Tengah bagian utara dan candi-candi berlanggam Jawa Timur pada tabel berikut.
No.Candi langgam Jawa TengahNo.Candi langgam Jawa Timur
1.Candi Gunung Wukir, di dekat Kota Magelang1.Komplek Candi Panataran, dekat kota
Blitar
2.Candi Badut, dekat kota Malang2.Candi Kidal, dekat kota Malang
3.Candi Gedongsongo, sekitar lereng Gunung Unggaran .3.Candi Jago, dekat kota Malang
4.Kelompok Candi Dieng, sekitar dataran tinggi Dieng
4.
Kelompok Candi Muara Takus, dekat
Bangkinang, Sumatera Selatan
5.Candi Kalasan, dekat kota Jogyakarta5.Candi Gunung Tua, dekat kota Padang,
Sumbar
6.Candi Borobudur, dekat kota Magelang6.Candi Bentar, di Pulau Bali
7.Candi Mendut, sebelah timur Borobudur7.Candi Singhasari, dekat kota Malang
8.Kelompok Candi Pelaosan , sebelah timur--
9.Candi Sewu, dekat Prambanan Kelompok Candi Sewu, dekat desa Prambanan, Jogyakarta--
10.Kelompok Candi Roro Jonggrang, di desa Prambanan, Jogyakarta--

2) Arca
Arcaadalah patung batu yang dipahat menyerupai manusia atau hewan. Patung-patung itu kemudian ditempatkan dalam candi. Dalam kepercayaan Hindu-Buddha, raja yang telah meninggal senantiasa dibuatkan patung. Patung itu menyerupai dewa (dewi). Seperti Patung Sang Buddha Siddharta Gautama, Arca Dewa Wisnu.

3) Gapura
Gapura adalah bangunan seperti pintu gerbang yang menyerupai candi terbelah dua. Seperti Gapura Jedong, Gapura Plumbangan.

4) Stupa
Stupa adalah bangunan batu yang berbentuk seperti genta, misalnya stupa yang ada tingkat atas Candi Borobudur.

5) Seni pahat Batu
Seni pahat batu adalah seni ukiran pada dinding-dinding candi berupa relief


b. Seni Sastra
Karya sastra terkenal yang muncul pada masa Hindu- Buddha adalah.
1) Arjuna wiwaha, karya Mpu Kanwa
2) Sutasoma, karya Mpu Tantular
3) Negarakertagama, karya Mpu Prapanca
4) Gubahan Cerita Ramayana dan Mahabharata


c Tulisan dan Bahasa
Kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia banyak meninggalkan prasasti yang dtulis dalam bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Dalam pergaulan sehari-hari, bahasa Sanskerta tidak dipergunakan. Bahasa Sanskerta hanya dipergunakan di kalangan istana.

d. Sistem Pemerintahan
Kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha, seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Singhasari, dan Majapahit, dalam menjalankan pemerintahannya mengambil corak sistem pemerintahan Hindu-Buddha. Alasan kerajaan-kerajaan itu mengadopsi sistem pemerintahan seperti di India,dianggap cocok dengan keadaan di Indonesia.


Ciri peninggalan kebudayaan Hindu Buddha



Candi

Di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, banyak terdapat peninggalan sejarah bercorak Hindu-Buddha berupa candi. Istilah candi berasal dari sala satu nama untuk Durga (Dewa Maut), yaitu Candika. Bangunan tersebut sebenarnya berfungsi untuk memuliakan orang yang telah meninggal, khususnya pada raja dan orang-orang terkemuka.
Setelah sang raja meninggal dunia, didirikanlah sebuah candi untuk menyimpan azimat raja. Azimatnya di taruh dalam sebuah peti batu. Peti tersebut diletakkan dalam dasar candi. Selain itu, biasanya terdapat sebuah arca yang mewujudkan sang raja sebagai dewa.
Menurut bagian-bagiannya, candi terdiri atas tiga bangunan penting, yakni kaku, tubuh, dan atap.
a. Kaki candi merupakan bagian bawah candi yang memiliki simbol sebagai dunia bawah atau bhurloka. Bentuknya berupa bujur sangkar yang dilengkapi dengan jenjang pada salh satu sisinya.
b. Tubuh candi adalah bagian tengah candi yang berbentuk kubus yang dianggap sebagai dunia antara bhuwarloka. Tubuh candi terdiri dari sebuah bilik (kamar) yang di tengahnya berisi arca, di bagian luar bilik diberi relung-relung, dan terdapat jalan keliling yang disebut pradakshina.
c. Atap candi adalah bagian atas candi yang menjadi simbol dunia atar atau suarloka. Pada umumnya atap ini terdiri dari tiga tingkatan yang semakin atas semakin mengecil ukurannya dan pada puncaknya dibuat sebuah ratna atau stupa.
Candi yang bertebaran di Indonesia paling banyak berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dilihat dari corak dan bentuknya, kelompok candi di Jawa Tengah bagian utara dan selatan tidak begitu berbeda, hanya candi-candi di Jawa Tengah bagian selatan lebih megah, Lain halnya di Jawa Timut yang tampak nyata perbedaannya.

Perbedaan candi Jawa Tengah dan Jawa Timur

Via: .sejarah-negara.com
Ciri-ciri candi di Jawa Timur
Sedangkan candi-candi di Jawa Timur memiliki ciri sebagai berikut :  
  • Bentuk bangunannya ramping
  • Atapnya berbentuk piramida jenjang
  • Puncaknya berbentuk kubus
  • Letak candi di bagian belakang halaman
  • Pada umumnya menghadap ke barat
  • Kebanyakan bahan candi berasal dari batu bata

Stupa

Stupa adalah bangunan suci yang berkaitan dengan agama Buddha. Peninggalan stupa di Indonesia jumlahnya sedikit, antara lain : Borobudur di Jawa Tengah, Sumberawan di Jawa Timur, dan Muara Takus di Riau.
Via : Adatnusantara.web.id

Stupa Borobudur tidak seluruhnya berbentuk stupa. Pada candi tersebut stupa ditempatkan pada bagian atasnya, sedangkan bagian terbesar candi berupa prasada (kaki candi).

Bagian Penting Stupa

Di beberapa negara terdapat berbagai variasi stupa. Ada tiga bagian penting dari bangunan stupa, yaitu sebagai berikut:
  • Dasar stupa, merupakan pondasi bangunan yang menjadi simbol jubah Buddha yang dilipat segi empat.
  • Andha, adalah bagian bangunan terpenting berupa bulatan setengah bola yang melambangkan keabadian.
  • Yasthi, adalah puncak bangunan stupa yang dilengkapi dengan cathra (payung) yang menyimbolkan tongkat Buddha Gautama.

 

Arca

Peninggalan arca di Indonesia pada umumnya berupa patung perwujudan raja yang digambarkan sebagai dewa. Arca bercorak Hindu-Buddha memiliki tanda tersendiri, sehingga membedakan dewa yang satu dengan lainnya.

Via : Cintaindonesia.web.id

Beberapa arca terpenting yang ada di Indonesia antara lain sebagai berikut:
  • Syiwa, memiliki ciri-ciri mata ketiga di dahi, tangannya empat yang masing-masing membawa aksamala (tasbih), camara (penghalau lalat), kamandalu (kendi berisi air kehidupan), dan trisula (tombak yang ujungnya bercabang tiga), Upawit-nya berbentuk ular.
  • Brahma, memiliki ciri bermuka empat, tangannya empat di belakang memegang aksamala dan camara, dan berkendara angsa.
  • Wishnu, cirinya bertangan empat yang masing-msaing memegang gada, cakra, syangka (kerang bersayap), dan buah atau kuncup teratai, kendaraannya adalah garuda.
  • Buddha dab Dhyani Buddha, cirinya sangat sederhana tanpa hiasan, hanya memakai jubah, rambutnya selalu keriting, di atas kepala ada tonjolannya seperti sanggul, dan di antara keningnya ada semacam jerawat yang disebut urna.
  • Dhyani Boddhisatwa, cirinya memakai pakaian kebesaran kedewaan atau pakaian raja, lengkap dengan mahkota dan perhiasan-perhiasannya.

 Penelusuran yang terkait dengan Bentuk dan Ciri-ciri Peninggalan Hindu-Buddha

  • peninggalan budha
  • ciri peninggalan hindu budha
  • sebutkan 5 candi peninggalan sejarah budha
  • perbedaan ciri ciri candi hindu dan candi budha
  • jelaskan perbedaan ciri ciri candi yang beragama hindu dan budha
  • candi hindu dan ciri cirinya
  • peninggalan kebudayaan hindu budha
  • bagaimana ciri patung yang bercorak kebudayaan hindu brainly

0 Response to "Bentuk dan Ciri-ciri Peninggalan Hindu-Buddha ( Artikel Lengkap )"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel