Friday, 28 September 2018

Pengertian Bioteknologi dan Jenis - Jenisnya

Kampungilmu.web.id - Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya.Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.

Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan.Di bidang medis, penerapan bioteknologi pada masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur.Dengan alat ini, produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal.

Pada masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara negara maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS. Penelitian di bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan para penderita stroke ataupun penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh seperti sediakala. Di bidang pangan, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan DNA rekombinan, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa, serta juga lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan. Penerapan bioteknologi pada masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi. Sebagai contoh, pada penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru.
Kemajuan di bidang bioteknologi tak lepas dari berbagai kontroversi yang melingkupi perkembangan teknologinya. Sebagai contoh, teknologi kloning dan rekayasa genetika terhadap tanaman pangan mendapat kecaman dari bermacam-macam golongan.

Baca Juga:

Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya ( Artikel Lengkap )



Bioteknologi secara umum berarti meningkatkan kualitas suatu organisme melalui aplikasi teknologi. Aplikasi teknologi tersebut dapat memodifikasi fungsi biologis suatu organisme dengan menambahkan gen dari organisme lain atau merekayasa gen pada organisme tersebut.
Perubahan sifat Biologis melalui rekayasa genetika tersebut menyebabkan "lahirnya organisme baru" produk bioteknologi dengan sifat - sifat yang menguntungkan bagi manusia. Produk bioteknologi, antara lain:

    Jagung resisten hama serangga
    Kapas resisten hama serangga
    Pepaya resisten virus
    Enzim pemacu produksi susu pada sapi
    Padi mengandung vitamin A
    Pisang mengan


Garis waktu bioteknologi

Peragian merupakan model aplikasi awal dari bioteknologi
  • 8000 SM Pengumpulan benih untuk ditanam kembali. Bukti bahwa bangsa Babilonia, Mesir, dan Romawi melakukan praktik pengembangbiakan selektif (seleksi artifisal) untuk meningkatkan kualitas ternak.
  • 6000 SM Pembuatan bir, fermentasi anggur, membuat roti, membuat tempe dengan bantuan ragi.
  • 4000 SM Bangsa Tionghoa membuat yogurt dan keju dengan bakteri asam laktat.
  • 1500 Pengumpulan tumbuhan di seluruh dunia.
  • 1665 Penemuan sel oleh Robert Hooke(Inggris) melalui mikroskop.[6]
  • 1800 Nikolai I. Vavilov menciptakan penelitian komprehensif tentang pengembangbiakan hewan.
  • 1880 Mikroorganisme ditemukan.
  • 1856 Gregor Mendel mengawali genetika tumbuhan rekombinan.[7]
  • 1865 Gregor Mendel menemukan hukum hukum dalam penyampaian sifat induk ke turunannya.[8]
  • 1919 Karl Ereky, insinyur Hongaria, pertama menggunakan kata bioteknologi.
  • 1970 Peneliti di AS berhasil menemukan enzim pembatas yang digunakan untuk memotong gen gen.
  • 1975 Metode produksi antibodi monoklonal dikembangkan oleh Kohler dan Milstein.
  • 1978 Para peneliti di AS berhasil membuat insulin dengan menggunakan bakteri yang terdapat pada usus besar.[9]
  • 1980 Bioteknologi modern dicirikan oleh teknologi DNA rekombinan. Model prokariot-nya, E. coli, digunakan untuk memproduksi insulin dan obat lain, dalam bentuk manusia. Sekitar 5% pengidap diabetes alergi terhadap insulin hewan yang sebelumnya tersedia).
  • 1992 FDA menyetujui makanan GM pertama dari Calgene: tomat "flavor saver" (Flavr Savr).
  • 2003 Perampungan Human Genome Project

Bioteknologi berarti setiap aplikasi teknologi yang menggunakan sistem biologi, organisme hidup, atau derivatifnya, untuk membuat atau memodifikasi produk atau proses untuk penggunaan/ kepentingan khusus / tertentu . Sebagai contoh, bioteknologi diterapkan untuk meningkatkan atau memfasilitasi proses seluler seperti metabolisme energi, transfer gen antara spesies yang tidak terkait, atau rekayasa enzim untuk produksi obat.dalam skala besar . Pada intinya, bioteknologi melibatkan organisme dan atau bagian-bagiannya untuk sebuah proses produksi yang menghasilkan produk atau jasa bagi manusia.

Beberapa jenis bioteknologi yang dikenal manusia saat ini, antara lain :

 Bioteknologi hijau ( Green Bioteknology ),  berkaitan dengan penggunaan solusi ramah lingkungan sebagai alternatif untuk pertanian tradisional, hortikultura, dan proses pengembangbiakan hewan. Contohnya adalah merancang tanaman transgenik yang dimodifikasi untuk meningkatkan rasa, untuk peningkatan resistensi terhadap hama dan penyakit, atau untuk pertumbuhan dalam kondisi cuaca buruk.

 Bioteknologi Merah ( Red Bioteknology ), yang mengacu pada penggunaan organisme untuk perbaikan proses medis. Ini mencakup merancang organisme untuk memproduksi produk-produk farmasi seperti antibiotik dan vaksin, rekayasa genetika penyembuhan melalui manipulasi genom, dan penggunaannya dalam forensik melalui profil DNA.

 Bioteknologi Biru ( Blue Bioteknology ), yang berkaitan dengan penerapan metode biologis molekuler untuk organisme laut dan air tawar. Ini melibatkan penggunaan organisme, dan turunannya, untuk tujuan seperti meningkatkan pasokan makanan laut dan keselamatan, mengendalikan proliferasi berbahaya yang terbawa organisme air, dan mengembangkan obat baru. 
 Bioteknologi Putih ( White Bioteknology ), mengacu pada bioteknologi yang diterapkan pada proses industri. Ini melibatkan penggunaan enzim dan organisme untuk pengolahan dan produksi bahan kimia, bahan, dan energi.

Related Posts

Pengertian Bioteknologi dan Jenis - Jenisnya
4/ 5
Oleh