Pengertian Limbah ( Karakteristik, Jenis ) Materi Lengkap

Limbah merupakan zat atau bahan buangan yang dihasilkan dari proses kegiatan manusia (Suharto, 2011: 226). Limbah sendiri dapat berupa tumpukkan dari barang bekas, sisa kotoran hewan, atau pun tumbuh-tumbuhan. Dengan adanya limbah-limbah tersebut maka keseimbangan ekosistem lingkungan menjadi terganggu. Hal tersebut terjadi jika hasil limba melebihi ambang batas. Jika kuantitas melibihi ambang batas, keberadaan limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah bergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Limbah Menurut Para Ahli


Pengertian limbah yang lainnya adalah penuturan dari para ahli. Para ahli ini turut prihatin akan adanya limbah, oleh karena itu mereka mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian limbah ini:
  • Ir. Hieronymus, B. S. Menurut Ir. Hieronymus, B. S, limbah adalah bahan buangan dari hasil kegiatan manusia atau proses alam yang sudah tidak memiliki nilai ekonomi.
  • Susilowarno. Menurut Susilowarno (2007) limbah adalah sisa hasil program manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan pembuangan limbah akan berbahaya jika tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu.
  • Karmana. Pengertian limbah lainnya juga disampaikan oleh Karmana (2007). Bahwa limbah adalah sisa kegiatan manusia yang dapat menjadi pencemaran atau polusi bagi lingkungan sekitarnya.
Jadi limbah adalah sisa atau buangan yang dihasilkan oleh kegiatan individu maupun berkelompok yang tidak memiliki nilai ekonomis, sehingga perlu pengelolaan khusus saat proses pembuangannya.
Karena limbah dapat mengakibatkan pencemaran serta polusi yang dapat membahayakan lingkungan, limbah juga memiliki bentuk dan karakteristiknya sendiri.

Karakteristik Limbah

Lalu apa saja karakteristik dari limbah itu sendiri? Ada pun karakteristik dari limbah adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki ukuran mikro, yakni ukuan yang terdiri atas partikel-partikel kecil yang dapat kita lihat.
  2. Jika limba tersebut dihasilkan cukup banyak, maka penyebarannya pun cukup banyak. Jadi bukan hanya lingkungan saja yang tercermar, namun juga sektor kehidupan lainnya yang mempegaruhi kelangsugan hidup.
  3. Memiliki dampak jangka panjang. Permasalahan limbah memang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Sehingga dampaknya akan selalu ada pada generasi yang akan datang.
Dari karakteristik limbah tersebut, limbah dapat digolongkan dalam beberapa bentuk, antara lain.
  1. Berdasarkan polimer penyusun mudah dan tidak terdegradasinya limbah dibagi menjadi dua golongan besar, yakni:
  2. Limbah yang dapat mengalami perubahan secara alami (degradable waste = mudah terurai), yaitu limbah yang dapat mengalami dekomposisi oleh bakteri dan jamur, seperti daun-daun, sisa makanan, kotoran, dan lain-lain.
  3. Limbah yang tidak atau sangat lambat mengalami perubahan secara alami (nondegradable waste = tidak mudah terurai), misanya plastic, kaca, kaleng, dan sampah sejenisnya.


Berdasarkan wujudnya limbah di bagi menjadi 3 yakni:
  1. Limbah padat, limbah padat adalah limbah yang berwujud padat. Limbah padat bersifat kering, tidak dapat berpindah kecuali ada yang memindahkannya. Limbah padat ini misalnya, sisa makanan, sayuran, potongan kayu, sobekan kertas, sampah, plastik, dan logam
  2. Limbah cair, limbah cair adalah limbah yang berwujud cair. Limbah cair terlarut dalam air, selalu berpindah, dan tidak pernah diam. Contoh limbah cair adalah air bekas mencuci pakaian, air bekas pencelupan warna pakaian, dan sebagainya.
  3. Limbah gas, limbah gas adalah limbah zat (zat buangan) yang berwujud gas. Limbah gas dapat dilihat dalam bentuk asap. Limbah gas selalu bergerak sehingga penyebarannya sangat luas. Contoh limbah gas adalah gas pembuangan kendaraan bermotor. Pembuatan bahan bakar minyakjuga menghasilkan gas buangan yang berbahaya bagi lingkungan.
Limbah berdasarkan sumbernya dibedakan menjadi lima yakni:
  1. Limbah rumah tangga, limbah rumah tangga disebut juga dengan limbah domestik.
  2. Limbah industri, limbah industri adalah limbah yang berasal dari industri pabrik.
  3. Limbah pertanian, limbah padat yang dihasilkan dari kegiatan pertanian, misalnya sisa daun-daunan, ranting, jerami, dan kayu.
  4. Limbah konstruksi. Adapun limbah konstruksi didefinisikan sebagai material yang sudah tidak digunakan yang dihasilkan dari proses konstruksi, perbaikan atau perubahan.Material limbah konstruksi dihasilkan dalam setiap proyek konstruksi, baik itu proyek pembangunan maupun proyek pembongkaran (contruction and domolition). Limbah yang berasal dari perobohan atau penghancuran bangunan digolongkan dalam domolition waste, sedangkan limbah yang berasal dari pembangunan perubahan bentuk (remodeling), perbaikan (baik itu rumah atau bangunan komersial), digolongkan ke dalam construction waste.
  5. Limbah radioaktif, limbah radioaktif berasal dari setiap pemanfaatan tenaga nuklir, baik pemanfaatan untuk pembangkitan daya listrik menggunakan reaktor nuklir, maupun pemanfaatan tenaga nuklir untuk keperluan industri dan rumah sakit. Bahan atau peralatan terkena atau menjadi radioaktif dapat disebabkan karena pengoperasian instalasi nuklir atau instalasi yang memanfaatkan radiasi pengion.
Dan limbah yang dibedakan berdasarkan sifatnya terdiri dari 5 jenis, di antaranya:
  1. Limbah mudah meledak
  2. Limbah mudah terbakar
  3. Limbah reaktif atau limbah mudah bereaksi
  4. Limbah beracun
  5. Limbah korosif atau limbah yang mudah berkarat


Limbah Industri

Pengertian Limbah
Bagi seseorang yang tinggal di pemukiman yang dekat dengan kawasan industri tentu sudah tidak asing lagi dengan limbah. Hasil dari kegiatan industri ini kerap mengganggu penduduk jika tidak diolah dengan baik.
Bahkan limbah sudah ada sejak revolusi industri dimana semakin banyak didirikan pabrik-pabrik di sekitar kita.  Akibatnya semakin banyak pencemaran limbah dimana-mana. Limbah yang biasanya dihasilkan oleh industri adalah sebagai berikut :

1. Limbah Cair

Limbah cair biasanya banyak dibuang di sungai atau selokan karena bentuknya yang cair dan dianggap dapat dibuang dengan dialirkan begitu saja.  Contoh dari limbah cair adalah bekas pewarnaan kain yang biasanya terdapat pada industri tekstil.
Tidak hanya itu biasanya cairan sisa cairan pewarna juga berasal dari industri rumahan yang masih sejenis dengan tekstil yaitu batik. Pada saat proses membatik akan ada beberapa tahapan pewarnaan. Biasanya terdapat beberapa zat warna yang terbuang saat proses pencelupan.

2. Limbah Padat

Limbah padat yang dihasilkan oleh industri biasanya berupa padatan berbentuk lumpur, bubur, atau yang masih padat. Seperti plastik, besi, label, dan sisa – sisa kantong.
Dari industri tekstil biasanya selain dihasilkan limbah cair pewarnaan, juga ada limbah padatnya berupa sisa-sisa potongan kain yang biasanya disebut kain perca yang dapat dimanfaatkan kembali.
Selain dari industri tekstil, limbah padat biasanya juga dihasilkan oleh industri pembuatan alas kaki seperti sandal dan sepatu. Pada pembuatan sandal atau sepatu biasanya akan dihasilkan sisa-sisa potongan kulit sepatu atau sandal.

3. Limbah Gas

Limbah gas yang sering dijumpai adalah pada kegiatan industri pabrik yang melakukan proses pembakaran. Sehingga menghasilkan uap air yang keluar melalui cerobong-cerobong yang memang sengaja dibuat.
Limbah gas sangat berbahaya bagi lingkungan karena dapat mengganggu pernafasan dan biasanya mengakibatkan bau yang menyengat dan limbah gas inilah yang juga berpengaruh pada penipisan lapisan ozon sehingga mengakibatkan pemanasan global.



Limbah Medis

Pengertian Limbah
Pengertian limbah medis adalah limbah yang biasanya dihasilkan oleh kegiatan medis misalkan rumah sakit, klinik, dan kegiatan medis lainnya. Limbah medis juga tergolong berbahaya jika tidak diolah dengan baik sebelum dibuang.
Sama halnya dengan limbah industri, limbah medis juga memiliki beragam jenis bentuk. Apa saja limbah medis yang banyak dihasilkan? Berikut adalah beberapa contoh limbah medis :

1. Limbah Jarum

Setiap kegiatan medis terutama di rumah sakit tidak lepas dari penggunaan jarum. Tidak hanya jarum suntik, melainkan jarum intravena, pipet pasteur, dan lain-lain. Jarum-jarum tersebut tidak boleh dibuang sembarangan. Karena dikhawatirkan jarum tersebut mengandung kuman berbahaya.

2. Limbah Plastik

Limbah plastik yang banyak dihasilkan pada kegiatan medis berupa kantong infus, kantong bekas donor darah, dan kantong pembuangan kotoran. Selain itu kantong-kantong bekas obat-obatan juga banyak dijumpai.

3. Limbah Cair

Limbah cair dari hasil kegiatan medis seperti darah dan tinja yang mungkin terdapat zat radioaktif dan mikroorganisme berbahaya. Sehingga dalam proses pembuangannya harus sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga tidak membahayakan lingkungan.

4. Limbah Patologi

Pengertian limbah patologi adalah limbah hasil dari kegiatan operasi yang biasa dilakukan pada tindakan medis. Pada saat kegiatan medis seperti operasi biasanya terdapat hasil jaringan tubuh yang terbuang. Inilah yang dinamakan limbah patologi. Selain pada proses operasi, limbah patologi juga berasal dari proses autopsi.

5. Limbah Infeksius

Pengertian limbah infeksius adalah limbah berbahaya yang berasal dari pasien yang terkena infeksi penyakit menular. Sehingga perlu wadah khusus untuk membuangnya agar tidak menular kepada lingkungan sekitar. Selain dari penyakit menular, limbah infeksus juga didapat dari kegiatan laboratorium.


Penanganan Limbah Lingkungan

Upaya yang dilakukan dalam penanganan limbah lingkungan adalah dilakukan dengan dua cara, yakni:
  1. Penanganan teknis, yaitu suatu usaha untuk mengurangi pencemaran lingkungan dengan cara menciptakan peraturan perundang-undangan yang dapat merencanakan, mengatur, mengawasi  segala bentuk kegiatan industri dan bersifat mengikat sehingga dapat memberi sanksi hukum pagi pelanggarnya.
  2. Pengendalian teknis, yaitu suatu usaha untuk mengurangi pencemaran lingkungan dengan cara-cara yang berkaitan dengan proses produksi seperti perlu tidaknya mengganti proses, mengganti sumber energi/bahan bakar, instalasi pengolah limbah atau menambah alat yang lebih modern /canggih. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah:
    • Mengutamakan keselamatan manusia
    • Teknologinya harus sudah dikuasai dengan baik
    • Secara teknis dan ekonomis dapat dipertanggungjawabkan.


Penelusuran yang terkait dengan Pengertian Limbah
  • pengertian limbah menurut para ahli
  • pengertian limbah secara umum
  • pengertian limbah organik
  • pengertian limbah domestik
  • pengertian limbah cair
  • pengertian limbah pdf
  • pengertian limbah kimia
  • pengertian limbah b3

0 Response to "Pengertian Limbah ( Karakteristik, Jenis ) Materi Lengkap"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel