Sunday, 14 October 2018

Pengertian Primodialisme, Etnosentrisme, politik aliran (sektarian) dan Contohnya

kampungilmu.web.id - Secara umum, diferensiasi dan stratifikasi sosial memberikan pengaruh positif dan negative pada masyarakat. Pengaruh positifnya, diferensiasi dan stratifikasi sosial dapat mendorong terjadinya integrase sosial, sedangkan pengaruh negatifnya adalah terjadinya disintegrasi sosial. Diferensiasi sosial dapat menimbulkan primordialisme, etnosentrisme, politik aliran, dan terjadinya proses konsolidasi.

  1. Primodialisme
Secara tidak sadar masyarakat suatu suku bangsa akan mengembangkan ikatan-ikatan yang bersifat primordialisme, yaitu loyalitas berlebihan yang mengutamakan atau menonjolkan kepentingan suatu kelompok agama, ras, daerah, atau keluarga tertentu.

Loyalitas yang berlebihan terhadap budaya subnasional tersebut dapat mengancam integrasi bangsa karena primordialisme mengurangi loyalitas warga negara pada budaya nasional dan Negara sehingga mengancam kedaulatan negara.

Kencenderungan ini timbul apabila setiap kelompok cultural yang terorganisasi secara politik akan mengembangkan politik aliran yang dapat mengancam persatuan bangsa. Selanjutnya, kelompokkelompok masyarakat tersebut akan mengajukan tuntutan untuk memperjuangkan kepentingan kelompoknya seperti tuntutan pembagian sumber daya alam yang lebih seimbang antara pusat dan daerah. Apabila tidak diakomodasi, tuntutan kelompok masyarakat tersebut akan berkembang menjadi gerakan memisahkan diri suatu kelompok masyarakat dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Contoh-contoh primordialisme adalah, gerakan separatisme Aceh Merdeka, Organisasi Papua Merdeka, dll

Oleh karena itu, untuk menangkal gejala primordialisme, setiap kelompok masyarakat harus mengembangkan budaya toleransi terhadap budaya kelompok lainnya. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya disintegrasi bangsa tanpa pengingkaran budaya sendiri.           
Primodialisme berasal dari bahasa latin Primus yang artinya pertama.Primordial artinya ikatan-ikatan dalam masyarakat yang bersifat asli keaslian (seperti kesukuan, kekerabatan,keagamaan dan kelompok) yang dibawa sejak lahir.
Sebab terjadinya primordial : 
  •  adanya sesuatu yang dianggap istimewa oleh individudalam satu kelompok atau perkumpulan sosial
  • adanya suatu sikap untuk mempertahankan keutuhan suatu kelompok terhadap ancaman dari luar 
  • Adanya nilai-nilai yangdijunjung tinggi yang berkaitan dengan keyakinan dan pandangan hidup
Akibat negatif primordialisme
1. menggangu kelansungan hidup suatu bangsa
2. menghambat modernisasi, proses pembangunan
3. merusak integrasi internasional



2.      Etnosentrisme
Etnosentrisme adalah persepsi yang dimiliki oleh individu yang menganggap bahwa budayanya adalah yang terbaik diantara budaya-budaya yang dimiliki oleh orang lain.

Sebab-sebab Munculnya Etnosentrisme di Indonesia
Salah satu faktor yang mendasar yang menjadi penyebab munculnya etnosentrisme di Bangsa ini adalah budaya politik masyarakat yang cenderung tradisional dan tidak rasionalis. Budaya politik masyarakat kita masih tergolong budaya politik subjektif Ikatan emosional –dan juga ikatan-ikatan primordial- masih cenderung menguasai masyarakat kita. Masyarakat kita terlibat dalam dunia politik dalam kerangka kepentingan mereka yang masih mementingkan suku, etnis, agama dan lain-lain. Aspek kognitif dan partisipatif masih jauh dari masyarakat kita.

Salah satu faktor yang juga menjadi penyebab munculnya masalah etnosentrisme adalah pluralitas Bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan golongan. Pluralitas masyarakat Indonesia ini tentu melahirkan berbagai persoalan. Setiap suku, agama, ras dan golongan berusaha untuk memperoleh kekuasaan dan menguasai yang lain.Pertarungan kepentingan inilah yang sering memunculkan persoalan-persoalan di daerah.

Contoh Etnosentrisme di Indonesia
Salah satu contoh etnosentrisme di Indonesia adalah perilaku carok dalam masyarakat Madura. Menurut Latief Wiyata, carok adalah tindakan atau upaya pembunuhan yang dilakukan oleh seorang laki-laki apabila harga dirinya merasa terusik. Secara sepintas, konsep carok dianggap sebagai perilaku yang brutal dan tidak masuk akal. Hal itu terjadi apabila konsep carok dinilai dengan pandangan kebudayaan kelompok masyarakat lain yang beranggapan bahwa menyelesaikan masalah dengan menggunakan kekerasan dianggap tidak masuk akal dan tidak manusiawi. Namun, bagi masyarakat Madura, harga diri merupakan konsep yang sakral dan harus selalu dijunjung tinggi dalam masyarakat. Oleh karena itu, terjadi perbedaan penafsiran mengenai masalah carok antara masyarakat Madura dan kelompok masyarakat lainnya karena tidak adanya pemahaman atas konteks sosial budaya terjadinya perilaku carok tersebut dalam masyarakat Madura. Contoh etnosentrisme dalam menilai secara negatif konteks sosial budaya terjadinya perilaku carok dalam masyarakat Madura tersebut telah banyak ditentang oleh para ahli ilmu sosial.

Contoh yang lain adalah kebiasaan memakai koteka bagi masyarakat papua pedalaman. Jika dipandang dari sudut masyarakat yang bukan warga papua pedalaman, memakai koteka mungkin adalah hal yang sangat memalukan. Tapi oleh warga pedalaman papua, memakai koteka dianggap sebagai suatu kewajaran, bahkan dianggap sebagai suatu kebanggaan.



Definisi Primordialisme, Etnosentrisme, dan Politik Aliran

Primordialisme
Istilah Primordialisme berasal dari bahasa latin yaitu Primus yang artinya pertama, danOrdiri yang artinya tenunan atau ikatan. Dengan demikian, Primordial dapat berarti ikatan-ikatan utama seseorang dalam kehidupan sosial, dengan hal-hal yang dibawanya sejak lahir seperti suku bangsa, ras, klan, asal-usul kedaerahan, dan agama.

Etnosentrisme
Etnosentrisme adalah suatu sikap menilai kebudayaan masyarakat lain dengan menggunakan ukuran-ukuran yang berlaku di masyarakatnya. Etnosentrisme dapat juga diartikan fanatisme suku bangsa. Dalam etnosentrisme, ukuran yang dipakai adalah ukuran- ukuran masyarakatnya, makaorang akan selalu menganggap kebudayaannya memiliki nilai lebih tinggi dari kebudayaan kelompok masyarakat lain. Segi positif Etnosentrisme diantaranya : dapat menjaga kestabilan dan keutuhan budaya, dapat mempertinggi semangat patriotisme dan kesetiaan kepada bangsa, serta dapat memperteguh rasa cinta terhadap kebudayaan atau bangsa.

Politik Aliran
Politik Aliran / Sektarian Merupakan keadaan dimana sebuah kelompok atau organisasi tertentu dikelilingi oleh sebuah organisasi masa baik formal maupun informal. Tali pengikat kelompok atau organisasi masa ini adalah ideologi/aliran sekte tertentu.
Konsep politik aliran pertama kali dikemukakan oleh Clifford Geertz. Berdasarkan penelitiaannya Geertz mengatakan dalam masyarakat jawa ada 3 golongan yang memiliki aliran berbeda satu sama lain yaitu :

1. Golongan Santri
2. Golongan Priyayi
3. Golongan Abangan
Dalam bidang politik Geertz berpendapat, partai-partai politik di Indonesia diibaratkan sebagai sebuah aliran sungai yang diikuti sejumlah organisasi masa yang bernaung di bawahnya.           
Dampak positif:
a.       Dapat meneguhkan cinta tanah air
b.      Dapat mempertinggi kesetiaan kepada bangsa
c.       Dapat mempertinggi semangat patriotisme
d.      Dapat menjaga keutuhan dan stabilitas budaya

Dampak negatif:
a.       Menghambat hubungan antar bangsa
b.      Menghambat proses assimilasi dan integrasi
c.       Mengurangi bahkan menghilangkan objektifitas ilmu pengetahuan
d.      Merupakan kekuatan terpendam terjadinya konflik



3.      politik aliran (sektarian)
Kelompok yang mementingkan pandangan atau cara berfikir kelompok tertentu
Poitik aliran dimana sebuah kelompok atau organisasi tertentu dikelilingi oleh sejumlah organisasi massa (ormas). Tali pengikat antara kelompokj dengan ormas ini adalah ideologi tau aliran (sekte)
Contoh Parpol PKB dikelilingi oleh ormas N U 
Jelaskan contoh dari politik aliran sektarian ?
Sektarianisme adalah suatu pemahaman diskriminatif atau suatu kebencian yang hadir karena adanya perbedaan pendapat, perbedaan latar belakang, dan ras dari suatu masyarakat. Sektarian ini memunculkan konflik berbagai macam hingga kekerasan. Contoh dari politik aliran sektarian adalah konflik yang terjadi antara Katolik dan Protestan di Irlandia Utara, konflik antara agama Islam Sunni dan Syah di Irak dan Pakistan, dan sebagainya.

Pembagian kelas dalam politik nyatanya memainkan peran yang penting dan memengaruhi pemerintahan. Meskipun terlihat sederhana, nyatanya keagamaan yang dianut oleh kelompok masyarakat dapat menimbulkan pertengkaran hebat yang pada akhirnya dapat memecahbelah persatuan. Selain perpecahan agama, ada juga konflik antara dua suku seperti yang terjadi antara Jawa dan Madura, di mana menimbulkan kekerasan hingga menjatuhkan korban jiwa. 

Related Posts

Pengertian Primodialisme, Etnosentrisme, politik aliran (sektarian) dan Contohnya
4/ 5
Oleh